<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ibu-Anak.com &#187; anak</title>
	<atom:link href="http://www.ibu-anak.com/tag/anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ibu-anak.com</link>
	<description>Pusat Informasi Kesehatan Ibu dan Anak</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 08:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sruktur Asuh Anak yang Salah</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/psikologi/sruktur-asuh-anak-yang-salah.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/psikologi/sruktur-asuh-anak-yang-salah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 09:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>
		<category><![CDATA[Sruktur Asuh Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Setiap insan memiliki potensi yang sama untuk menguasai bahasa. Proses dan sifat penguasaan bahasa setiap orang berlangsung dinamis dan melaluitahapan berjenjang.dalam hal ini, Pola asuh orang tua amat berperan dalam menentukan penerimaan atau penolakan teman terhadap anak, karena seorang anak &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/psikologi/sruktur-asuh-anak-yang-salah.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="pola asuh anak" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2009/10/pola-asuh-anak.jpeg" alt="pola asuh anak" width="187" height="138" /></p>
<p>Setiap insan memiliki potensi yang sama untuk menguasai bahasa. Proses dan sifat penguasaan bahasa setiap orang berlangsung dinamis dan melaluitahapan berjenjang.dalam hal ini, Pola asuh orang tua amat berperan dalam menentukan penerimaan atau penolakan teman terhadap anak, karena seorang<strong><span style="color: #ff0000;"> <span style="color: #ff0000;"><a href="http://ibu-anak.com">anak</a></span></span></strong> belajar berinteraksi sosial dari lingkungan keluarga.</p>
<p>Jadi apa yang orang tua lakukan saat berinteraksi dengan anak, maka seperti itulah yang yang akan dibawa anak ke dalam lingkungan bermainnya.<br />
<span id="more-17"></span><br />
<strong>Otoriter<br />
</strong><br />
Orang tua yang otoriter cenderung mengabaikan hak anak untuk berbicara. Apa yang orang tua katakan harus dituruti. Dalam situasi seperti ini, anak akan merasa tidak puas dan marah, sehingga ketika anak mulai berinteraksi dengan dunia luar, ia akan membuat ulah dengan menunjukkan perilaku agresifnya untuk melampiaskan ketidakpuasannya atau rasa marahnya tersebut.</p>
<p><strong>Permisif</strong></p>
<p>Orang tua yang permisif selalu menuruti permintaan anak-anaknya atau serba membolehkannya mendapatkan sesuatu. Sehingga anak tak pernah belajar untuk berjuang dalam mendapatkan sesuatu. Akibat yang ditimbulkan adalah, saat anak masuk ke lingkungan sosial, ia menuntut hal yang sama kepada temannya, mau menang sendiri, tidak mau mengalah, dan merasa yang paling benar. Anak dengan perilaku seperti ini akan cepat dijauhi teman-temannya.</p>
<p><strong>Terlalu melindungi anak<br />
</strong><br />
Orang tua yang selalu melindungi anak, baik secara fisik maupun emosional akan berpengaruh buruk dengan perilaku anak kedepannya. Misal secara fisik anda selalu melarang anak anda untuk main diluar karena alasan bahaya, atau secara emosional yang selalu membela anak saat bertengkar, anak anda akan tumbuh menjadi anak yang penakut, pemalu, dan tidak percaya diri.</p>
<p><strong>Terlalu sibuk<br />
</strong><br />
Orang tua yang mempunyai jam terbang tinggi diluar rumah, akan memiliki anak dengan perilaku &#8220;bossy&#8221;, karena anak tidak pernah diberitahu dalam bersikap, jadi sang anak merasa jadi yang paling benar diantara teman-temannya.</p>
<p><strong>Menggunakan kekerasan<br />
</strong><br />
Orang tua yang kerap menggunakan cara kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan jika anak tak patuh, akan menjadi cerminan pada perilaku anak saat ia berada di lingkungan sosialnya. Jika ada teman yang tidak patuh terhadapnya, maka si anak akan melayangkan pukulan kepada temannya itu.</p>
<p><strong>Tambahan</strong></p>
<p>Tulisan ini berupaya menyajikan sebuah pola asuh orangtua terhadap anak. Penulis percaya bahwa pola asuh yang kreatif, inovatif, seimbang, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak akan menciptakan interaksi dan situasi komunikasi yang memberi kontribusi positif terhadap keterampilan berbahasa anak. Dengan kata lain, kealamian pemerolehan bahasa tidak dibiarkan mengalir begitu saja, tetapi direkayasa sedemikian rupa agar anak mendapat stimulus positif sebanyak dan sevariatif mungkin. Dengan demikian, diharapkan anak tidak akan mengalami kesulitan ketika memasuki tahap pembelajaran bahasa untuk kemudian menjadi sosok yang terampil berbahasa.</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengaruh-keluarga-dalam-berbicara.html" title="pengaruh keluarga dalam berbicara">pengaruh keluarga dalam berbicara</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengaruh-pola-asuh-terhadap-perkembangan-anak.html" title="pengaruh pola asuh terhadap perkembangan anak">pengaruh pola asuh terhadap perkembangan anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makalah-pengaruh-keluarga-dalam-berbicara.html" title="makalah pengaruh keluarga dalam berbicara">makalah pengaruh keluarga dalam berbicara</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/keluarga-otoriter.html" title="KELUARGA OTORITER">KELUARGA OTORITER</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengaruh-berbicara-dalam-keluarga.html" title="pengaruh berbicara dalam keluarga">pengaruh berbicara dalam keluarga</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengertian-keluarga-otoriter.html" title="pengertian keluarga otoriter">pengertian keluarga otoriter</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pola-asuh-otoriter.html" title="pola asuh otoriter">pola asuh otoriter</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pola-asuh-otoriter-ibu.html" title="pola asuh otoriter ibu">pola asuh otoriter ibu</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pola-asuh-terhadap-perkembangan-anak.html" title="POLA ASUH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK">POLA ASUH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makalah-tentang-pemerolehan-bahasa-anak.html" title="makalah tentang pemerolehan bahasa anak">makalah tentang pemerolehan bahasa anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengaruh-pola-asuh-orang-tua-terhadap-anak-pra-sekolah.html" title="pengaruh pola asuh orang tua terhadap anak pra sekolah">pengaruh pola asuh orang tua terhadap anak pra sekolah</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pendidikan-keluarga-dalam-berbicara.html" title="pendidikan keluarga dalam berbicara">pendidikan keluarga dalam berbicara</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perilaku-bossy.html" title="perilaku bossy">perilaku bossy</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/hubungan-pola-asuh-orang-tua-dengan-perilaku-agresif.html" title="hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku agresif">hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku agresif</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pola-asuh-orang-tua.html" title="pola asuh orang tua">pola asuh orang tua</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pola-asuh-otoriter-pada-orng-tua-militer.html" title="pola asuh otoriter pada orng tua militer">pola asuh otoriter pada orng tua militer</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pola-asuh-orang-tua-terhadap-perilaku-anak.html" title="pola asuh orang tua terhadap perilaku anak">pola asuh orang tua terhadap perilaku anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengaruh-kelurga-dalam-berbicara.html" title="pengaruh kelurga dalam berbicara">pengaruh kelurga dalam berbicara</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengaruh-keluarga-dalam-berbicara-dalam-islam.html" title="pengaruh keluarga dalam berbicara dalam islam">pengaruh keluarga dalam berbicara dalam islam</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengaruh-pendidikan-keluarga-dalam-berbicara.html" title="pengaruh pendidikan keluarga dalam berbicara">pengaruh pendidikan keluarga dalam berbicara</a><h2  class="related_post_title">Informasi Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/bayi-0-12-bulan/gejala-diabetes-pada-anak.html" title="Gejala Diabetes Pada Anak">Gejala Diabetes Pada Anak</a><br /><small>Penurunan Berat Badan
Pola makan anak-anak yang masih sering berubah mungkin dianggap wajar oleh orang tua. Anak yang tiba-tiba lebih banyak makan da...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/mitos-pemberian-vaksin-terhadap-anak.html" title="Mitos Pemberian Vaksin Terhadap Anak">Mitos Pemberian Vaksin Terhadap Anak</a><br /><small>Vaksinasi adalah pemberian vaksin kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.



Sejak pemberian vaksinasi secara l...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/psikologi/sruktur-asuh-anak-yang-salah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos Pemberian Vaksin Terhadap Anak</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/mitos-pemberian-vaksin-terhadap-anak.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/mitos-pemberian-vaksin-terhadap-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 18:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Batita 1 - 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi 0 - 12 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[fakta]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[mitos pemberian vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Vaksinasi adalah pemberian vaksin kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut. Sejak pemberian vaksinasi secara luas di Amerika Serikat, jumlah kasus penyakit pada anak seperti campak dan pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari) turun hingga 95% lebih. Imunisasi telah &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/mitos-pemberian-vaksin-terhadap-anak.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff6600;"><a href="http://ibu-anak.com"><span style="color: #ff0000;">Vaksinasi adalah</span> </a></span>pemberian vaksin kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.</strong></p>
<p><img title="gambar pemberian faksin pada anak" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2009/10/gambar-pemberian-faksin-pada-anak.jpg" alt="gambar pemberian faksin pada anak" width="250" height="208" /></p>
<p>Sejak pemberian vaksinasi secara luas di Amerika Serikat, jumlah kasus penyakit pada anak seperti campak dan pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari) turun hingga 95% lebih. Imunisasi telah melindungi anak-anak dari penyakit mematikan dan telah menyelamatkan ribuan nyawa. Saat ini beberapa penyakit sangat jarang timbul sehingga para orang tua kadang mempertanyakan apakah vaksinasi masih diperlukan.<br />
<span id="more-250"></span><br />
<strong>imunisasi Apa yang terjadi pada tubuh dengan</strong></p>
<p>Vaksin bekerja dengan mempersiapkan tubuh anak anda untuk memerangi penyakit. Setiap suntikan imunisasi yang diberikan mengandung kuman mati atau yang dilemahkan, atau bagian darinya, yang menyebabkan penyakit tertentu. Tubuh anak anda akan dilatih untuk memerangi penyakit dengan membuat antibodi yang mengenali bagian-bagian kuman secara spesifik. Kemudian akan timbul respon tubuh yang menetap atau dalam jangka panjang. Jadi, ketika anak terpapar pada penyakit yang sebenarnya, antibodi telah siap pada tempatnya dan tubuh tahu cara memeranginya sehingga anak tidak jatuh sakit. Inilah yang disebut sebagai imunitas (ketahanan tubuh terhadap penyakit tertentu).</p>
<p>Tetapi akhir-akhir ini semakin banyak beredar mitos dikalangan masyarakat tentang dampak buruk vaksinasi bagi kesehatan buah hati kita. Benarkah demikian? Berikut beberapa fakta</p>
<p><strong>Fakta :</strong> Pemberian vaksin di masa anak-anak memberikan perlindungan lebih dari berbagai penyakit yang sangat serius, seperti difteri, campak, meningitis, polio, tetanus dan batuk rejan. Jika buah hati anda terserang penyakit tersebut tetapi tidak berdampak buruk atau bahkan tidak mengalami penyakit tersebut setelah pemberian vaksinasi, itu pertanda vaksin tersebut telah bekerja dengan baik. Akan tetapi jika tingkat imun anak anda sedang drop saat vaksinasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, justru akan menjadi ancaman bagi kesehatan buah hati anda.</p>
<p><strong>Mitos   : Efek samping vaksin sangat berbahaya</strong></p>
<p><strong>Fakta :</strong> Ada beberapa jenis vaksin yang dapat menyebabkan efek samping. Biasanya efek samping yang ditimbulkan berupa demam ringan, nyeri, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan. Tapi ada beberapa vaksin juga yang bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, lelah, dan kehilangan nafsu makan. Bahkan ada beberapa anak yang sampai mengalami reaksi alergi yang berlebihan atau efek samping neurologis seperti kejang-kejang, tetapi kasus ini sangat jarang terjadi. Walaupun menimbulkan efek samping, pemberian vaksin pada anak tetap merupakan cara yang lebih baik untuk mencegah berbagai penyakit pada buah hati anda, asalkan vaksin tidak diberikan kepada anak-anak yang memiliki alergi dari komponen vaksin tertentu. Namun, jika anak Anda memperlihatkan reaksi yang dapat mengancam hidup anak anda setelah pemberian vaksin tertentu, dosis lanjutan dari vaksin tersebut jangan diberikan.</p>
<p><strong>Mitos  : Autis disebabkan oleh pemberian vaksin pada anak.</strong><br />
<strong>Fakta :</strong> Meskipun banyak kontroversi mengenai topik ini, tapi para peneliti tidak menemukan hubungan yang jelas antara autisme dan pemberian vaksin pada anak-anak. Meskipun tanda-tanda autisme muncul pada waktu yang sama saat anak-anak menerima vaksin tertentu &#8211; seperti campak, gondok dan rubela (MMR), tetapi para ahli ini mengungkapkan itu hanya kebetulan semata.</p>
<p><strong>Mitos  : Pemberian Vaksin terlalu dini</strong><br />
<strong>Fakta :</strong> Pemberian vaksin pada masa anak-anak menawarkan perlindungan untuk buah hati anda dari berbagai penyakit serius bahkan penyakit yang sangat fatal. Vaksinasi terkadang diberikan sesaat setelah kelahiran anak anda. Hal ini penting karena berbagai penyakit ini kemungkinan besar akan terjadi ketika anak anda masih sangat muda dan memiliki resiko komplikasi yang besar. Jika Anda menunda vaksin sampai anak anda mulai beranjak dewasa, anda mungkin sudah terlambat.</p>
<p><strong>Mitos  : Anda bisa melewati beberapa vaksin karena masalah pertimbangan keselamatan anak anda.</strong><br />
<strong>Fakta :</strong> Secara umum, melewati beberapa vaksin bukan ide yang baik. Karena hal ini berpotensi menyebabkan anak anda rentan terhadap suatu penyakit serius yang sebenarnya dapat dihindari dengan pemberian vaksin. Untuk beberapa anak yang tidak dapat menerima vaksin tertentu untuk alasan medis atau mereka yang tidak menanggapi tentang vaksin,  satu-satunya perlindungan dari penyakit dapat dicegah dengan vaksin adalah menjaga kekebalan buah hati anda dari orang-orang di sekitar anak anda termasuk anda sebagai orang yang terdekat dengan buah hati anda.</p>
<p>Yang terpenting, selalu konsultasikan dengan dokter anak anda kapan saat yang tepat dan vaksin seperti apa yang sesuai dengan kondisi anak anda.</p>
<p>Jelaslah bahwa vaksin adalah satu dari alat terbaik yang kita miliki agar anak sehat, namun keberhasilan dan program imunisasi bergantung pada ketersediaan. Anda bisa mendapatkan vaksin dengan harga murah atau gratis melalui klinik kesehatan masyarakat dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan pada kampanye vaksinasi anak (misal pekan imunisasi anak).</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-imunisasi.html" title="gambar imunisasi">gambar imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-vaksin.html" title="gambar vaksin">gambar vaksin</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-gambar-imunisasi.html" title="gambar-gambar imunisasi">gambar-gambar imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-vaksinasi.html" title="gambar vaksinasi">gambar vaksinasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-pemberian-imunisasi.html" title="gambar pemberian imunisasi">gambar pemberian imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/video-cara-pemberian-imunisasi-polio.html" title="video cara pemberian imunisasi polio">video cara pemberian imunisasi polio</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/imunisasi-pada-bayi.html" title="imunisasi pada bayi">imunisasi pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pemberian-imunisasi.html" title="pemberian imunisasi">pemberian imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/imunisasi-gambar.html" title="imunisasi gambar">imunisasi gambar</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-gambar-vaksin.html" title="gambar-gambar vaksin">gambar-gambar vaksin</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-gambar-imunisasi.html" title="gambar gambar imunisasi">gambar gambar imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pemberian-vaksin.html" title="Pemberian vaksin">Pemberian vaksin</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-pemberian-imunisasi.html" title="cara pemberian imunisasi">cara pemberian imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/faksin.html" title="faksin">faksin</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-imunisasi-bcg.html" title="gambar imunisasi bcg">gambar imunisasi bcg</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-bayi-di-imunisasi.html" title="Gambar bayi di imunisasi">Gambar bayi di imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-imunisasi-bayi.html" title="gambar imunisasi bayi">gambar imunisasi bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-gambar-pemberian-imunisasi.html" title="gambar-gambar pemberian imunisasi">gambar-gambar pemberian imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-gambar-penyakit-penyakit-pada-bayi.html" title="gambar-gambar penyakit-penyakit pada bayi">gambar-gambar penyakit-penyakit pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-imunisasi-anak.html" title="gambar imunisasi anak">gambar imunisasi anak</a><h2  class="related_post_title">Informasi Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/psikologi/sruktur-asuh-anak-yang-salah.html" title="Sruktur Asuh Anak yang Salah">Sruktur Asuh Anak yang Salah</a><br /><small>

Setiap insan memiliki potensi yang sama untuk menguasai bahasa. Proses dan sifat penguasaan bahasa setiap orang berlangsung dinamis dan melaluitahap...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/mitos-pemberian-vaksin-terhadap-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

