Mungkin pada saat berhubungan seks selama masa kehamilan tidak membahayakan janin. Tapi jika dalam kondisi tertentu, wanita yang hamil disarankan unkarena bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan. tuk puasa bercinta. Seks tidak dilarang selama tidak memiliki kelainan tertentu. Risiko dan kontraindikasi dari hubungan seks saat hamil sangat sedikit, sehingga tidak alasan untuk membatasinya. Meski jarang, beberapa jenis gangguan kehamilan bisa saja terjadi pada beberapa wanita yang punya risiko tinggi. Pada kelompok ini, hubungan seks memang sebaiknya dibatasi selama hamil dan beberapa hari setelah bersalin karena bisa memicu dampak serius yang membahayakan janin.
Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari hubungan seks selama kehamilan pada wanita dengan risiko tinggi.
Penyakit radang panggul.
Penyakit radang panggul dipicu oleh infeksi seksual menular termasuk chlamydia. Selain menyerang organ reproduksi seperti indung telur dan saluran telur, infeksi ini bisa terus menjalar hingga menulari janin.
Kelahiran prematur.
Wanita yang hamil anak kembar atau punya risiko tinggi untuk melahirkan secara prematur dianjurkan tidak berhubungan seks. Meski tidak banyak penelitian yang membuktikan bahwa hubungan seks saat hamil bisa memicu kelahiran prematur.
Penyumbatan vena oleh udara.
Embolisme atau penyumbatan vena oleh udara akibat hubungan seks jarang terjadi, namun bisa memicu sedikitnya 18 kematian ibu dan janin di antara 20 juta kehamilan. Jika melakukan seks oral saat hamil, pastikan agar pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina karena berisiko menyebabkan udara masuk ke vena dan menyumbat aliran darah ke janin.
Perdarahan tali pusar.
Hubungan seks sebaiknya dihindari pada wanita hamil yang memiliki placenta previa atau tali pusar yang melintas di leher rahim. Dikhawatirkan, jari, penis atau benda apapun termasuk sex-toy bisa melukai plasenta dan memicu perdarahan yang membahayakan janin.