Wanita hamil sangatlah dianjurkan untuk berolahraga, karena ini bergtuna bagus bagi ibu. Tetapi ibu hamil seharusnya juga tahu beberapa tanda-tanda apa yang menunjukkan bahaya akibat berolahraga. Tubuh akan memberitahu jika ibu hamil berolahraga terlalu keras dan masuk ke dalam zona bahaya,
Maka dari itu, kenali tanda-tandanya, yaitu:
Pusing.
Pusing yang terus menerus atau disertai dengan penglihatan yang kabur, sakit kepala atau jantung berdebar setelah berolahraga, maka ada kemungkinan disebabkan oleh gejala anemia berat akibat terlalu memforsir latihan.
Jantung berdebar-debar.
Jantung yang berdebar-debar adalah salah satu tanda atau sinyal yang menunjukkan seseorang berolahraga terlalu keras sehingga jantung harus memompa darah lebih keras lagi.
Pendarahan di vagina.
Beberapa bercak ringan memang normal terjadi selama kehamilan, tapi jika pendarahan yang terjadi cukup memprihatinkan sebaiknya segera minta bantuan medis. Jika terjadi di trimester awal ada kemungkinan sebagai sinyal keguguran, sedangkan jika di trimester kedua atau ketiga ada kemungkinan berhubungan dengan persalinan prematur dan komplikasi plasenta seperti plasenta previa.
Muntah.
Jika ibu hamil merasa sakit setelah berolahraga, ada kemungkinan terlalu banyaknya asam laktat (produk sampingan dari metabolisme otot) yang diproduksi di perut. Jika muntah terus terjadi meskipun kondisi tubuh sudah tenang, maka segera hubungi dokter.
Perubahan suhu secara tiba-tiba.
Jika merasakan adanya perubahan suhu secara tiba-tiba, maka tubuh memberitahu bahwa adanya kesulitan untuk mengatur suhu internal yang dapat membahayakan bayi. Kondisi ini bisa membuat bayi juga mengalami kepanasan.
Pingsan.
Pingsan yang terjadi selama hamil sebaiknya tidak dianggap enteng, karena menunjukkan adanya masalah seperti dehidrasi, masalah pada peredaran darah utama atau tidak mendapatkan oksigen yang sukup. Kondisi ini tentu saja akan mempengaruhi asupan oksigen yang diterima oleh bayi yang dikandung.