Orangtua seringkali dibuat pusing oleh pertengkaran yang dilakukan anak-anaknya. Pertengkaran ini bisa terjadi sebentar atau berlangsung lama dan setiap hari. Percekcokan yang terjadi antar saudara kandung terkadang membuat salah satunya menangis sehingga bisa memicu amarah dari orangtua. Terkadang orangtua bisa menjadi lepas kendali dan memarahi salah satu atau keduanya. Hal ini tentu saja tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi diantara keduanya. Pertengkaran antar saudara kandung biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti kecemburuan, kebencian satu sama lain atau daya saing saat berada di rumah, Penyebab pertengkaran ini bisa karena kakak yang merasa lebih berkuasa dan berhak untuk mengatur kendali, atau si adik yang terlalu sensitif dan manja.
Ada juga yang disebabkan salah satu merasa tidak adil dalam mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Hayman menyarankan ketika suasana sudah kembali tenang, orangtua bisa menanyakan penyebab pertengkaran pada keduanya dengan tidak menghakimi salah satunya. Mencoba menyelesaikan masalah dengan cara membantah atau menyuruh keduanya pergi tidak akan berhasil, tapi justru bisa memperparah situasi yang ada. Tentu saja dalam praktiknya tidak bisa semudah itu, dibutuhkan beberapa penyesuaian agar keduanya bisa berdamai dan menghindari konflik antar saudara kandung. Karena semakin keras orangtua, maka anak akan semakin sulit untuk menuruti kata-kata orangtuanya.
bertengkar,mengatasi anak bertengkar,sumber konflik antar saudara kandung,sumbang muhrim emak anak,studi kasus marah emosi ejek bunuh,saudara bertengkar,saudara,privasi saudara kandung,mengatasi anak yg selalu bertengkar,anak bertengkar di sekolah,latar belakang masalah tidak terjadinya pernikahan antara saudara,kasus anak yang brtengkar,kaedah mengatasi masalah anak yang suka bertengkar,cara mengatasi anak degil,cara mengatasi anak bertengkar di kelas,cara menangani anak bermasalah,bertengkar untuk menyelesaikan masalah,Tips Mengatasi Anak yang bertengkar