Meskipun terdapat peraturan batasan usia untuk membeli rokok, bukan berarti bisa menghindarkan anak-anak dari barang yang satu itu. Karena tak sedikit orang yang sudah mulai mencoba merokok sejak anak-anak. Hampir sebagian besar perokok dewasa mengakui sudah memulainya sejak masih kecil. Umumnya anak-anak mulai merokok karena alasan tertentu seperti agar terlihat keren, agar tidak ditinggalkan oleh teman-temannya, merasa sudah dewasa serta bebas. Orangtua harus segera menyikapinya dan menjaga anak-anak agar tidak pernah mencoba merokok.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua, yaitu:
1. Cobalah untuk mendiskusikan topik yang sensitif dengan cara tidak menakut-nakuti atau semacam penghakiman.
2. Tekankan pada anak-anak mengenai hal yang benar dan bukan mengenai yang salah, serta kepercayaan diri adalah perlindungan terbaik bagi anak agar terhindar dari tekanan teman sebayanya.
3. Mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas yang melarang untuk merokok.
4. Sangat penting untuk terus berbicara pada anak-anak tentang bahaya penggunaan rokok selama bertahun-tahun.
5. Tanyakan pada anak apa yang menarik dan tidak menarik tentang rokok, usahakan orangtua menjadi pendengar yang sabar.
6. Diskusikan dengan anak tentang cara anak menanggapi tekanan dari teman sebayanya. Mungkin akan sulit untuk mengatakan tidak, tapi cobalah memberikan respons alternatif seperti mengatakan bahwa merokok bisa membuat baju dan napasnya menjadi bau.
7. Mendorong anak untuk meninggalkan teman-temannya yang tidak menghormati alasannya.
8. Jelaskan pada anak bagaimana rokok bisa mengatur hidupnya, seperti bagaimana cara membeli rokok, dari mana anak-anak bisa mendapatkan uang dan hal lainnya.