Mungkin anak Anda seting menyerang temannya pada saat bermain. Kondisi ini bisa membuat orangtua akan panik dan kaget. Sifat agresif atau suka menyerang adalah bagian yang normal dari perkembangan anak. Hal ini dikarenakan keterampilan berbicaranya yang belum sempurna serta keinginan kuat untuk mandiri, membuat anak menggunakan tindakan fisik untuk mengungkapkan perasaannya. Beberapa tingkatan memukul dan menggigit masih menjadi hal yang normal, tapi orangtua harus memberitahu bahwa tindakan tersebut salah dan mengajarinya cara lain untuk mengungkapkan perasaannya, Orangtua harus membantu anak mengendalikan dirinya agar bisa belajar bergaul atau bersosialisasi dengan yang lain. J
ika anak memukul atau menggigit anak lain, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasinya:
Menindaklanjuti tindakan anak.
Setelah membawa anak keluar dari tempat bermain, duduklah dan ajak ia menonton anak-anak lainnya bermain. Jelaskan padanya bahwa ia boleh bermain kembali kalau sudah siap untuk bergabung tanpa menyakiti anak-anak lainnya.
Merespons dengan cepat.
Cobalah untuk merespons langsung ketika melihat anak semakin agresif, lalu ajaklah ia keluar dari situasi tersebut.
Memberikan konsekuensi yang sama.
Sebanyak apapun anak melakukan tindakan agresif, sebaiknya orangtua tetap memberikan konsekuensi yang sama. Hal ini mengajarkan pada anak jika ia melakukan sesuatu yang menyakiti anak atau orang lain, maka ia akan menerima konsekuensi yang sama dari orangtuanya.
Mengajarkannya untuk minta maaf.
Pastikan anak-anak memahami bahwa ia harus menyesal setelah melakukan kesalahan dan menuntunnya mendekati anak yang disakiti untuk minta maaf. Mungkin awalnya anak akan meminta maaf secara tidak tulus, tapi hal ini akan menjadi proses pembelajaran bagi anak.
Mengajarkan cara lebih baik untuk mengungkapkan perasaannya.
Setelah anak mulai mereda emosinya, tanyakan padanya dengan lembut apa yang terjadi sehingga emosinya meledak. Setelah itu, orangtua bisa memberitahu cara untuk meluapkan emosinya dengan tidak menyakiti orang lain.
Membatasi waktu menonton televisi.
Beberapa tayangan televisi seringkali menunjukkan adegan berteriak, mengancam, mendorong atau memukul, meskipun tayangan ini untuk anak-anak.