<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ibu-Anak.com</title>
	<atom:link href="http://www.ibu-anak.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ibu-anak.com</link>
	<description>Pusat Informasi Kesehatan Ibu dan Anak</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 08:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Gejala Diabetes Pada Anak</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/bayi-0-12-bulan/gejala-diabetes-pada-anak.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/bayi-0-12-bulan/gejala-diabetes-pada-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 08:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi 0 - 12 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[kadar gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Penurunan Berat Badan]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Makan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1106</guid>
		<description><![CDATA[Penurunan Berat Badan Pola makan anak-anak yang masih sering berubah mungkin dianggap wajar oleh orang tua. Anak yang tiba-tiba lebih banyak makan dan lebih banyak minum sekaligus lebih sering buang air kecil mungkin sering dipandang biasa. Tapi, anda patut mencermati &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/bayi-0-12-bulan/gejala-diabetes-pada-anak.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/12/Gejala-Diabetes-Pada-Anak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1107" title="Gejala Diabetes Pada Anak" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/12/Gejala-Diabetes-Pada-Anak.jpg" alt="" width="174" height="119" /></a>Penurunan Berat Badan</strong><br />
Pola makan anak-anak yang masih sering berubah mungkin dianggap wajar oleh orang tua. Anak yang tiba-tiba lebih banyak makan dan lebih banyak minum sekaligus lebih sering buang air kecil mungkin sering dipandang biasa. Tapi, anda patut mencermati lebih seksama, apabila si anak malah mengalami penurunan berat badan disaat kegiatan makannya sedang meningkat. Segera pergi ke dokter dan periksakan kadar gula darah anak anda.<span id="more-1106"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengompol</strong><br />
Anak anda yang mulai dari usia 3 tahun, tidak pernah mengompol, namun akhir-akhir ini dia melakukan hal tersebut lagi. Anda patut mencurigainya, walaupun dengan kondisi anak anda sedang mengkonsumsi air dengan jumlah banyak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Terlihat loyo dan kelelahan</strong><br />
Fungsi insulin yang dihasilkan pankreas adalah untuk mentransfer glukosa darah ke dalam sel sehingga glukosa dapat digunakan sebagai sumber energi. Pada penderita diabetes, pankreas yang bertugas untuk menghasilkan insulin didalam tubuh kita, tidak mampu melakukan tugasnya, sehingga jika kebutuhan insulin tidak didapat, tubuh anak akan semakin drop dan terlihat loyo atau kelelahan.</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pola-makanan-orang-tua.html" title="pola makanan orang tua">pola makanan orang tua</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/skripsi-tentang-pola-asuh-orang-tua-tunggal-dalam-melaksanakan-fungsi-keluarga.html" title="skripsi tentang pola asuh orang tua tunggal dalam melaksanakan fungsi keluarga">skripsi tentang pola asuh orang tua tunggal dalam melaksanakan fungsi keluarga</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/anak-angkat-setelah-perceraian-orang-tua-angkat.html" title="anak angkat setelah perceraian orang tua angkat">anak angkat setelah perceraian orang tua angkat</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengetahuan-ibu-perilaku-buang-air-kecil-anak.html" title="pengetahuan ibu perilaku buang air kecil anak">pengetahuan ibu perilaku buang air kecil anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pankreas-pada-anak-3-tahun.html" title="pankreas pada anak 3 tahun">pankreas pada anak 3 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/mpa-asi-pada-bayi-kurang-gizi-karena-sufor-di-bawah-6-bulan.html" title="Mpa asi pada bayi kurang gizi karena sufor di bawah 6 bulan">Mpa asi pada bayi kurang gizi karena sufor di bawah 6 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/massage-bayi-di-damansara-jakarta.html" title="massage bayi di damansara jakarta">massage bayi di damansara jakarta</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/masalah-orangtua-yang-memiliki-anak-tuna-grahita.html" title="masalah orangtua yang memiliki anak tuna grahita">masalah orangtua yang memiliki anak tuna grahita</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makanan-pendamping-asi-usia-6-bulan-ke-atas-berhubungan-dengan-berat-badan-meningkat.html" title="makanan pendamping asi usia 6 bulan ke atas berhubungan dengan berat badan meningkat">makanan pendamping asi usia 6 bulan ke atas berhubungan dengan berat badan meningkat</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengetahuan-ibu-tentang-tumbuh-kembang-balita-usia-1-2-tahun.html" title="pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita usia 1-2 tahun">pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita usia 1-2 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/penyimpanan-energi-pada-pelari-maraton.html" title="penyimpanan energi pada pelari maraton">penyimpanan energi pada pelari maraton</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perlindungan-hukum-terhadap-bidan-di-masa-kini.html" title="perlindungan hukum terhadap bidan di masa kini">perlindungan hukum terhadap bidan di masa kini</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pertumbuhan-mental-anak-file-type.html" title="pertumbuhan mental anak file type">pertumbuhan mental anak file type</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/proposal-mengenai-hubungan-pemberian-susu-formula-dengan-kejadian-diare-pada-bayi-berusia-0-sampai-6-bulan.html" title="proposal mengenai hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi berusia 0 sampai 6 bulan">proposal mengenai hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi berusia 0 sampai 6 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/skripsi-tentang-anak-autis-yang-diberikan-terapi-sensori-integrasi.html" title="skripsi tentang anak autis yang diberikan terapi sensori integrasi">skripsi tentang anak autis yang diberikan terapi sensori integrasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/tumbuh-kembang-anak-bayi-3-bulan.html" title="tumbuh kembang anak bayi 3 bulan">tumbuh kembang anak bayi 3 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/uraian-kecerdasan-anak-usia-1-3-tahun.html" title="uraian kecerdasan anak usia 1-3 tahun">uraian kecerdasan anak usia 1-3 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/www-ibudan-anak-com.html" title="www ibudan anak com">www ibudan anak com</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makan-pendamping-asi-untuk-bayi-umur-0-12.html" title="makan pendamping asi untuk bayi umur 0-12">makan pendamping asi untuk bayi umur 0-12</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/macam-macam-pola-asuh-orang-pada-anak-cacat-mental.html" title="macam-macam pola asuh orang pada anak cacat mental">macam-macam pola asuh orang pada anak cacat mental</a><h2  class="related_post_title">Informasi Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/pola-makan-anak-terganggu-ketika-orangtua-makan-bersama.html" title="Pola Makan Anak Terganggu Ketika Orangtua Makan Bersama">Pola Makan Anak Terganggu Ketika Orangtua Makan Bersama</a><br /><small>Sebagian besar sikap orangtua yang keterlaluan suka mengatur ketika anak bersamaan duduk di meja makan dapat mempengaruh pala makannya. Ada yang jadi ...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/psikologi/sruktur-asuh-anak-yang-salah.html" title="Sruktur Asuh Anak yang Salah">Sruktur Asuh Anak yang Salah</a><br /><small>

Setiap insan memiliki potensi yang sama untuk menguasai bahasa. Proses dan sifat penguasaan bahasa setiap orang berlangsung dinamis dan melaluitahap...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/bayi-0-12-bulan/gejala-diabetes-pada-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gangguan Perkembangan Bahasa</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/info-anak/gangguan-perkembangan-bahasa.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/info-anak/gangguan-perkembangan-bahasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 01:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan bicara]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan perkembangan bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan genetik]]></category>
		<category><![CDATA[Keterlambatan bicara fungsional]]></category>
		<category><![CDATA[penerusan impuls ke otak]]></category>
		<category><![CDATA[proses pendengaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1102</guid>
		<description><![CDATA[Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/gangguan-perkembangan-bahasa.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/11/Gangguan-Perkembangan-Bahasa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1103" title="Gangguan Perkembangan Bahasa" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/11/Gangguan-Perkembangan-Bahasa.jpg" alt="" width="165" height="130" /></a>Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan terdiri dari lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orangtua. Gangguan bicara pada anak dapat disebabkan karena kelainan organik yang mengganggu beberapa sistem tubuh seperti otak, pendengaran dan fungsi motorik lainnya.<span id="more-1102"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa penelitian menunjukkan penyebab ganguan bicara adalah adanya gangguan hemisfer dominan. Penyimpangan ini biasanya merujuk ke otak kiri. Beberapa anak juga ditemukan penyimpangan belahan otak kanan, korpus kalosum dan lintasan pendengaran yang saling berhubungan. Hal lain dapat juga di sebabkan karena diluar organ tubuh seperti lingkungan yang kurang mendapatkan stimulasi yang cukup atau pemakaian dua bahasa. Bila penyebabnya karena lingkungan biasanya keterlambatan yang terjadi tidak terlalu berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat tiga penyebab keterlambatan bicara terbanyak diantaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional.</p>
<p style="text-align: justify;">Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang cukup sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara fungsional sering juga diistilahkan keterlambatan maturasi atau keterlambatan perkembangan bahasa. Keterlambatan bicara golongan ini disebabkan karena keterlambatan maturitas (kematangan) dari proses saraf pusat yang dibutuhkan untuk memproduksi kemampuan bicara pada anak. Gangguan seperti ini sering dialami oleh laki-laki dan sering terdapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakan keterlambatan bicara yang ringan dan prognosisnya baik. Pada umumnya kemampuan bicara akan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun. Terdapat penelitian yang melaporkan penderita dengan keterlambatan ini, kemampuan bicara saat masuk usia sekolah akan normal seperti anak lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor anak dalam keadaan normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresif. Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkan kelainan neurologis, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan dan gangguan psikologis lainnya.</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/neurologi-bahasa.html" title="neurologi bahasa">neurologi bahasa</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gangguan-perkembangan-bahasa.html" title="gangguan perkembangan bahasa">gangguan perkembangan bahasa</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/neorologi-bahasa.html" title="neorologi bahasa">neorologi bahasa</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gangguan-perkembangan.html" title="gangguan perkembangan">gangguan perkembangan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-bahasa-anak-usia-5-6-tahun.html" title="perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun">perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/ruang-lingkup-perkembangan-berbahasa-anak-usia-3-5-tahun.html" title="ruang lingkup perkembangan berbahasa anak usia 3-5 tahun">ruang lingkup perkembangan berbahasa anak usia 3-5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/artikel-psikologi-ibu-dan-anak.html" title="artikel psikologi ibu dan anak">artikel psikologi ibu dan anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/keterlambatan-perkembangan-anak.html" title="keterlambatan perkembangan anak">keterlambatan perkembangan anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-anak-usia-2-5-tahun.html" title="perkembangan anak usia 2-5 tahun">perkembangan anak usia 2-5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/stimulasi-anak-autis.html" title="stimulasi anak autis">stimulasi anak autis</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/artikel-neurologi-bahasa.html" title="artikel neurologi bahasa">artikel neurologi bahasa</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/penyimpangan-anak-usia-dini.html" title="penyimpangan anak usia dini">penyimpangan anak usia dini</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/penyimpangan-anak.html" title="penyimpangan anak">penyimpangan anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/psikologi-ibu-dan-anak.html" title="psikologi ibu dan anak">psikologi ibu dan anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-bicara-pada-anak.html" title="perkembangan bicara pada anak">perkembangan bicara pada anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-anak-usia-0-6-tahun.html" title="perkembangan anak usia 0-6 tahun">perkembangan anak usia 0-6 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/macam-macam-perkembangan-bahasa-usia-5-tahun.html" title="macam-macam perkembangan bahasa usia 5 tahun">macam-macam perkembangan bahasa usia 5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-bahasa-anak-usia-5-tahun.html" title="perkembangan bahasa anak usia 5 tahun">perkembangan bahasa anak usia 5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/psikologi-anak-1-3-tahun.html" title="psikologi anak 1-3 tahun">psikologi anak 1-3 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-bahasa-bicara.html" title="perkembangan bahasa bicara">perkembangan bahasa bicara</a><h2  class="related_post_title">Informasi Menarik Lain:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/bayi-0-12-bulan/gejala-diabetes-pada-anak.html" title="Gejala Diabetes Pada Anak">Gejala Diabetes Pada Anak</a><br /><small>Penurunan Berat Badan
Pola makan anak-anak yang masih sering berubah mungkin dianggap wajar oleh orang tua. Anak yang tiba-tiba lebih banyak makan da...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/tahapan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-yang-dialami-anak.html" title="Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa yang Dialami Anak">Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa yang Dialami Anak</a><br /><small>Orangtua terkadang bingung karena pada usia tertentu anaknya belum bisa berbicara. Hal ini membuat orangtua bertanya apakah kondisi tersebut masih ter...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/kehamilan/mengatasi-sesak-nafas-saat-hamil-muda.html" title="Mengatasi Sesak Nafas Saat Hamil Muda">Mengatasi Sesak Nafas Saat Hamil Muda</a><br /><small>Sesak saat usia kehamilan enam bulan keatas wajar terjadi. Hal tersebut dikarenakan kondisi rahim yang semakin membesar dengan berat badan bayi yang t...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/pekerjaan-rumah-yang-tidak-aman-dilakukan-ibu-hamil.html" title="Pekerjaan Rumah yang Tidak Aman Dilakukan Ibu Hamil">Pekerjaan Rumah yang Tidak Aman Dilakukan Ibu Hamil</a><br /><small>Bagi wanita yang sedang hamil tentunya sangat menjaga kondisi tubuhnya. Maka dari itu agat tidak terjadi sesuatu yang bisa mengganggu kehamilannya. Ba...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/jika-anak-mengalami-keterlambatan-perkembangan.html" title="Jika Anak Mengalami Keterlambatan Perkembangan">Jika Anak Mengalami Keterlambatan Perkembangan</a><br /><small>Tidak semua anak-anak memiliki perkembangan yang sama, ada yang berbeda-beda, ada pula yang bisa bicara terlebih dahulu, bisa berjalan lebih awal atau...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/terbaik-sekuter-untuk-balita-dan-anak-anak-2011.html" title="Terbaik Sekuter Untuk Balita dan Anak-Anak 2011">Terbaik Sekuter Untuk Balita dan Anak-Anak 2011</a><br /><small>Scooter Mini Jurus - Ini adalah nomor 1 dan alasan yang baik untuk itu. Ini mainan indah memenangkan Oppenheim Toy Portfolio dan Seal Emas Platinum Aw...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/info-anak/gangguan-perkembangan-bahasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deteksi Autisme pada Bayi lewat Kontak Mata</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/problem-dan-penyakit-pada-anak/deteksi-autisme-pada-bayi-lewat-kontak-mata.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/problem-dan-penyakit-pada-anak/deteksi-autisme-pada-bayi-lewat-kontak-mata.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 10:20:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Problem dan Penyakit Pada Anak]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Rangsangan]]></category>
		<category><![CDATA[stimulus]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh kembang anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1097</guid>
		<description><![CDATA[Tumbuh kembang anak perlu terus dipantau sejak kelahirannya. Dan para ibu perlu tahu, ada tiga faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Mulai dari nutrisi, genetik dan lingkungan. Namun stimulus atau rangsangan juga sangat dibutuhkan selain tiga faktor utama. Rangsangan yang &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/problem-dan-penyakit-pada-anak/deteksi-autisme-pada-bayi-lewat-kontak-mata.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/10/Deteksi-Autisme-pada-Bayi-lewat-Kontak-Mata.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1098" title="Deteksi Autisme pada Bayi lewat Kontak Mata" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/10/Deteksi-Autisme-pada-Bayi-lewat-Kontak-Mata.jpg" alt="" width="154" height="115" /></a>Tumbuh kembang anak perlu terus dipantau sejak kelahirannya. Dan para ibu perlu tahu, ada tiga faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Mulai dari nutrisi, genetik dan lingkungan. Namun stimulus atau rangsangan juga sangat dibutuhkan selain tiga faktor utama. Rangsangan yang baik dan tepat bisa sangat mendukung perkembangan si kecil agar lebih optimal. Namun, jika rangsangan secara maksimal telah diberikan, namun tak ada respons balik yang ditunjukkan oleh anak, hati-hati, ini bisa menjadi tanda bahaya dalam perkembangan anak.<span id="more-1097"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tertawa dan kontak mata bisa menjadi indikasi awal si kecil memiliki kelainan atau tidak. Hal ini terkait dengan perkembangan sosial dan kemandirian anak. Untuk itu perhatikan pola respons anak ketika Anda memberi rangsangan padanya. “Kontak mata dan tertawa adalah respons awal yang bisa ditunjukkan oleh si kecil. Jika tidak ada kontak mata dan jarang tertawa, takutnya ini adalah gejala autis,” kata Spesialis Anak, dr Attila Dewanti SpA dari Brawijaya Woman and Children Hospital.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ingin melakukan deteksi dini untuk mengetahui adanya kelainan pada anak, bisa dilakukan dengan permainan cilukba. Jika anak tak menunjukkan respons, minimal tertawa, hingga usia sembilan bulan, para ibu perlu waspada dan segera melakukan konsultasi pada dokter. Perkembangan motorik kasar pada anak juga perlu dipantau. Jika saat usia satu tahun anak belum bisa duduk, hati-hati, mungkin ada perkembangan motorik anak yang terganggu. Selain perkembangan motorik kasar, perkembangan motorik halus pun harus diperhatikan. Ini biasanya berhubungan dengan kemampuan jari.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayi baru lahir kondisi tangannya biasanya selalu mengepal, itu normal. Tapi, saat usia dua bulan, tangannya harus sudah terbuka. Tiga bulan harus bisa memegang mainan. Lima bulan sudah pandai memegang mainannya sendiri, dan saat usia sembilan bulan jariya harus bisa mengimpit. “Saat usia tiga tahun, si kecil harus bisa mengancingkan bajunya sendiri, merangsang kemampuan jari sangat bermanfaat agar nantinya si kecil mudah belajar menulis dengan menggunakan pensil atau pulpen,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr Atilla menambahkan, untuk mengetahui perkembangan kognisinya, si kecil bisa dirangsang dengan memberikan mainan sesuai jenis kelaminnya. Biasanya anak usia satu tahun sudah bisa bermain. Sebagai rangsangan awal, letakkan benda di bawah karpet, jika dia sudah tertarik untuk mencari-cari barang dan mengutak-atiknya berarti perkembangan kognisinya baik. Untuk mengajarkan bicara padanya, Anda pun bisa memulai dengan terus mengajaknya berbicara sejak masa kelahirannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan, untuk mencapai tumbuh kembang anak optimal, jangan pernah lupakan pemberian ASI di masa kelahirannya, minimal selama enam bulan. Berikan nutrisi lengkap dan seimbang serta berikan rangsangan sejak dini. “Jangan lupa pantau terus tumbuh kembangnya dengan mengukur berat badan, tinggi badan, dan ukur perkembangan lingkar kepalanya serta berikan imunisasi.”</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pola-tumbuh-kembang.html" title="pola tumbuh kembang">pola tumbuh kembang</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/kata-kata-ibu-untuk-anak.html" title="kata kata ibu untuk anak">kata kata ibu untuk anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/kelainan-kelainan-pada-bayi-baru-lahir.html" title="kelainan-kelainan pada bayi baru lahir">kelainan-kelainan pada bayi baru lahir</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/tumbuh-kembang-anak-usia-20-bulan.html" title="tumbuh kembang anak usia 20 bulan">tumbuh kembang anak usia 20 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-perkembangan-anak.html" title="hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perkembangan anak">hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perkembangan anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-pemberian-imunisasi-pada-bayi.html" title="cara pemberian imunisasi pada bayi">cara pemberian imunisasi pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/berbicara-anak-usia-dini.html" title="berbicara anak usia dini">berbicara anak usia dini</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-anak-20-bulan.html" title="perkembangan anak 20 bulan">perkembangan anak 20 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/tumbuh-kembang-bayi-10-bulan.html" title="tumbuh kembang bayi 10 bulan">tumbuh kembang bayi 10 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-pemberian-imunisasi.html" title="cara pemberian imunisasi">cara pemberian imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-imunisasi.html" title="cara imunisasi">cara imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-pemberian-imunisasi-pada-anak.html" title="cara pemberian imunisasi pada anak">cara pemberian imunisasi pada anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-bayi-4-bulan.html" title="perkembangan bayi 4 bulan">perkembangan bayi 4 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-mengajar-anak-menulis.html" title="cara mengajar anak menulis">cara mengajar anak menulis</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-berbicara-anak-usia-dini.html" title="perkembangan berbicara anak usia dini">perkembangan berbicara anak usia dini</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-berbicara.html" title="perkembangan berbicara">perkembangan berbicara</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-pemberian-imunisasi-bayi.html" title="cara pemberian imunisasi bayi">cara pemberian imunisasi bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/mengajak-bayi-bermain.html" title="mengajak bayi bermain">mengajak bayi bermain</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/anak-usia-20-bulan.html" title="anak usia 20 bulan">anak usia 20 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/mengajar-anak-menulis.html" title="mengajar anak menulis">mengajar anak menulis</a><h2  class="related_post_title">Informasi Menarik Lain:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/jangan-khawatir-jika-anak-terjatuh.html" title="Jangan Khawatir Jika Anak Terjatuh">Jangan Khawatir Jika Anak Terjatuh</a><br /><small>Bagi anak kecil terutama yang sedang belajar berjalan, jatuh bisa jadi merupakan 'makanan' sehari-harinya, karena tidak ada satupun hari yang bisa dil...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/terkena-cacar-air-pada-anak-sebaiknya-hindari-sinar-matahari.html" title="Terkena Cacar Air Pada Anak Sebaiknya Hindari Sinar Matahari">Terkena Cacar Air Pada Anak Sebaiknya Hindari Sinar Matahari</a><br /><small>Penyakit cacar lebuh gampang terkena pada anak-anak daripada orang lebih dewasa. Tapi selama dikena cacar air anak sebaiknya di diamkan di dalam rumah...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/menjauhkan-anak-dari-tv.html" title="Menjauhkan Anak Dari TV">Menjauhkan Anak Dari TV</a><br /><small>Bisa saja terjadi TV dapat menghambat perkembangan otak anak dan bahasa serta interaksi sosial. Tes perkembangan pada bayi menunjukkan bahwa bayi yang...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/menyusui-memang-bisa-efektif-menurunkan-berat-badan.html" title="Menyusui Memang bisa Efektif Menurunkan Berat Badan">Menyusui Memang bisa Efektif Menurunkan Berat Badan</a><br /><small>Bagi ibu-ibu muda yang baru saja mempunyai anak memiliki teknik menyusui untuk menurunkan berat badannya. kegiatan menyusui memang bisa efektif menuru...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/tingkah-laku-anak-yang-harus-dicurigai-oleh-orangtua.html" title="Tingkah Laku Anak yang Harus Dicurigai Oleh Orangtua">Tingkah Laku Anak yang Harus Dicurigai Oleh Orangtua</a><br /><small>Tidak semua orangtua memperhatikan tingkah laku anaknya. Beberapa orang menganggap keterlambatan perkembangan yang dialami anaknya adalah suatu hal ya...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/bahaya-permen-karet-jika-tertelan-oleh-anak.html" title="Bahaya Permen karet Jika Tertelan Oleh Anak">Bahaya Permen karet Jika Tertelan Oleh Anak</a><br /><small>Biasanya orangtua tidak mengizinkan anaknya untuk makan permen karet, karena orangtua takut anaknya menelan permen karet yang dia kunya. Mungkin beber...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/problem-dan-penyakit-pada-anak/deteksi-autisme-pada-bayi-lewat-kontak-mata.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengasuh Balita 1-3 Tahun</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/cara-mengasuh-balita-1-3-tahun.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/cara-mengasuh-balita-1-3-tahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 08:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Batita 1 - 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan motorik]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan sensorik]]></category>
		<category><![CDATA[kontrol kandung kemih]]></category>
		<category><![CDATA[Mengasuh anak Balita]]></category>
		<category><![CDATA[pengasuhan balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1093</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin tidak semudah menghitung angka tetapi ada beberapa cara untuk membuat pengasuhan balita kurang stres dan lebih menyenangkan dan menyenangkan. Memelihara seorang anak di nya tahap ini adalah salah satu tahapan paling penting dari hidupnya. Jika dilakukan tidak tepat dapat &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/cara-mengasuh-balita-1-3-tahun.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/10/Cara-Mengasuh-Balita-1-3-Tahun.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1094" title="Cara Mengasuh Balita 1-3 Tahun" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/10/Cara-Mengasuh-Balita-1-3-Tahun.jpg" alt="" width="152" height="113" /></a>Mungkin tidak semudah menghitung angka tetapi ada beberapa cara untuk membuat pengasuhan balita kurang stres dan lebih menyenangkan dan menyenangkan. Memelihara seorang anak di nya tahap ini adalah salah satu tahapan paling penting dari hidupnya. Jika dilakukan tidak tepat dapat memiliki efek sadar kepada anak tersebut sepanjang hidupnya. Mengasuh anak Balita adalah budidaya dan mengurus anak dari usia 1 &#8211; 3 tahun. Orang tua merawat anak-anak usia ini kewalahan oleh kekhawatiran karena fase ini adalah salah satu faktor mendefinisikan jika anak itu normal atau tidak.<span id="more-1093"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu indikasi jika anak sehat adalah melalui keterampilan motorik dan keterampilan sensorik. Keterampilan motorik adalah kegiatan fisik dan keterampilan sensorik indranya. Selama fase ini, berjalan dan gerakan yang diprakarsai sendiri menjadi mudah. Satu hal yang sangat frustasi dalam mengasuh anak balita adalah potty training. Ini adalah fakta tertentu tentang toilet training. Pelatihan toilet adalah salah satu tugas yang paling penting dari balita dan pematangan fisik harus dicapai sebelum pelatihan adalah mungkin, juga pendekatan dan sikap orang tua memainkan peran penting. Kontrol usus berkembang sebelum kontrol kandung kemih. Ingat, usus siang hari dan kontrol kandung kemih dicapai selama tahun usia 2 dan kontrol malam hari dengan 3-4 tahun usia, jika tugas ini tidak dilakukan oleh anak itu, pergi ke dokter anak Anda untuk meminta nasihat.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak memiliki perbedaan individu, beberapa dapat bicara lebih dulu sebelum berjalan dan sebaliknya tetapi ketika datang ke potty training di sini adalah beberapa tanda-tanda bahwa anak Anda secara psikologis siap untuk menggunakan toilet, anak dapat tetap kering selama dua jam dan bangun dari tidur siang kering, dia bisa duduk, jongkok, berjalan dan menghapus pakaian sendiri, ia mengakui keinginan untuk buang air besar atau buang air kecil dan akhirnya anak mengungkapkan keinginan untuk menyenangkan orangtua. Satu catatan penting, pendekatan otoriter selama pelatihan toilet bisa membuat anak Anda individu obsesif-kompulsif di kemudian hari dan keringanan hukuman terlalu banyak dapat mengubah dia ke anti-sosial, jadi pastikan untuk melatih anak Anda di suatu tempat di wilayah abu-abu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pengasuhan anak, aspek sosial anak harus diberikan penting. Ambil tua catatan, selama tahun-tahun balita anak bermain bersama anak-anak lain tetapi tidak w / sama lain-ini adalah apa yang Anda sebut paralel bermain dan memainkan sebagian besar bebas dan spontan, tidak ada aturan atau peraturan. Dan tentu saja, kita semua melihat bahwa rentang perhatian masih sangat pendek dan perubahan mainan terjadi pada interval yang sering. Dalam memahami ketakutan orangtua balita sangat penting dan begitu juga penanganan aspek komunikasi. Salah satu ketakutan terbesar balita adalah kecemasan pemisahan, yang lain adalah suara keras seperti vacuum cleaner atau kebakaran bekerja, tidur juga dapat menakut-nakuti kebanyakan balita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dukungan emosional, kenyamanan, dan penjelasan yang sederhana dapat membantu menghilangkan ketakutan balita. Dalam setiap hal kejadian stres, kehadiran orang tua atau orang tua dapat membantu anak itu. Tentu saja, orangtua balita tidak lengkap tanpa membahas keselamatan anak. Sejak balita penjelajah besar, pengawasan ketat adalah suatu keharusan. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian di bak mandi atau di kolam renang, pastikan untuk tidak memiliki obat-obatan dan produk rumah tangga beracun tergeletak di sekitar rumah. Dan dalam setiap peristiwa keracunan, memiliki botol ipecac hadir pada setiap saat dan memanggil otoritas yang tepat untuk bantuan segera.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengasuh balita harus tahu bahwa selama tahap ini menurut Erickson, master seorang psikolog-ini adalah tahap di mana anak ingin mengembangkan kemandirian dan otonomi tetapi jika mereka berpegang pada bantal favorit mereka atau selimut, itu normal, karena kedua untuk berpegangan pada orang tua mereka, balita berpegang pada hal-hal yang akrab ketika mereka stres. Mengasuh balita ini tidak sesulit hanya memiliki bantal favorit berguna dalam keadaan darurat.</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/sering-buang-air-besar.html" title="sering buang air besar">sering buang air besar</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-mengasuh-balita.html" title="cara mengasuh balita">cara mengasuh balita</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-mengasuh-batita.html" title="cara mengasuh batita">cara mengasuh batita</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/mengasuh-balita.html" title="mengasuh balita">mengasuh balita</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/obat-mata-untuk-anak.html" title="obat mata untuk anak">obat mata untuk anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/obat-mata-untuk-anak-1-tahun.html" title="obat mata untuk anak 1 tahun">obat mata untuk anak 1 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/plasenta-previa-tahap-3.html" title="plasenta previa tahap 3">plasenta previa tahap 3</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/resume-aspek-sosial-anak-usia-dini.html" title="resume aspek sosial anak usia dini">resume aspek sosial anak usia dini</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/anak-1-tahun-sering-buang-air-besar.html" title="anak 1 tahun sering buang air besar">anak 1 tahun sering buang air besar</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/balita-3-tahun.html" title="balita 3 tahun">balita 3 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-mengasuh-anak.html" title="cara mengasuh anak">cara mengasuh anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/psikologi-anak-balita.html" title="psikologi anak balita">psikologi anak balita</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/obat-mata-untuk-bayi.html" title="obat mata untuk bayi">obat mata untuk bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/mengurus-3-anak.html" title="mengurus 3 anak">mengurus 3 anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/obat-mata-anak-1-tahun.html" title="obat mata anak 1 tahun">obat mata anak 1 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengertian-promkes-pada-balita.html" title="pengertian promkes pada balita">pengertian promkes pada balita</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/obat-mata-utk-bayi.html" title="obat mata utk bayi">obat mata utk bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/askep-sosial-budaya-anak.html" title="askep sosial budaya anak">askep sosial budaya anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-mangasuh-balita.html" title="cara mangasuh balita">cara mangasuh balita</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-melakukan-komunikasi-terapeutik-pada-usia-12-18.html" title="cara melakukan komunikasi terapeutik pada usia 12-18">cara melakukan komunikasi terapeutik pada usia 12-18</a><h2  class="related_post_title">Informasi Menarik Lain:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/anak-jadi-lebih-disiplin-bila-makan-sendiri.html" title="Anak Jadi Lebih Disiplin Bila Makan Sendiri">Anak Jadi Lebih Disiplin Bila Makan Sendiri</a><br /><small>Memberi makan pada balita jangan hanya sebatas anak menjadi kenyang. Ada banyak ilmu yang bisa diajarkan ke anak saat makan yang membuat anak jadi leb...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/ibu-perlu-energi-saat-ingin-menjalani-proses-persalinan.html" title="Ibu Perlu Energi Saat Ingin Menjalani Proses Persalinan">Ibu Perlu Energi Saat Ingin Menjalani Proses Persalinan</a><br /><small>Makan untuk energi
Bukan hanya pelari marathon yang butuh tenaga ekstra. Ibu juga perlu energi banyak agar kuat menjalani proses melahirkan. Sangat b...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/tips-yang-bisa-dilakukan-dalam-merawat-bayi-kembar.html" title="Tips yang Bisa Dilakukan Dalam Merawat Bayi Kembar">Tips yang Bisa Dilakukan Dalam Merawat Bayi Kembar</a><br /><small>Mempunyai bayi kembar tentu dibutuhkan tenaga atau waktu yang banyak lebih banyak untuk mengurusnya. Tapi jika ibu menikmati setiap halnya, merawat ba...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/memilih-persalinan-yang-ibu-inginkan.html" title="Memilih Persalinan yang Ibu Inginkan">Memilih Persalinan yang Ibu Inginkan</a><br /><small>Memilih persalinan yang ibu inginkan
Kalau kehamilan Ibu tidak bermasalah, tentu dokter akan membebaskan  Ibu memilih persalinan yang paling nyaman u...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/gangguan-perkembangan-bahasa.html" title="Gangguan Perkembangan Bahasa">Gangguan Perkembangan Bahasa</a><br /><small>Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau ...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/cara-melindungi-bayi-dengan-sewajarnya.html" title="Cara Melindungi Bayi Dengan Sewajarnya">Cara Melindungi Bayi Dengan Sewajarnya</a><br /><small>Adalah hal yang wajar jika setiap ibu menginginkan hal terbaik untuk bayinya, termasuk menjauhkan kuman penyakit dan berbagai jenis gangguan lainnya. ...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/cara-mengasuh-balita-1-3-tahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa Lama Sebaiknya Bayi Harus Tidur?</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/berapa-lama-sebaiknya-bayi-harus-tidur.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/berapa-lama-sebaiknya-bayi-harus-tidur.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 08:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Batita 1 - 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi yang baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[masalah tidur]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan mental]]></category>
		<category><![CDATA[sistem saraf kecil]]></category>
		<category><![CDATA[tidur kebutuhan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1088</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan orangtua berjuang dengan masalah tidur di beberapa titik dalam kehidupan anak mereka. Salah satu pertanyaan terbesar orang tua miliki, adalah berapa banyak harus tidur bayi saya? Sebuah pertanyaan penting, karena berapa banyak bayi Anda tidur langsung dampak pembangunan mental &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/berapa-lama-sebaiknya-bayi-harus-tidur.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/10/Berapa-Lama-Sebaiknya-Bayi-Harus-Tidur.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1089" title="Berapa Lama Sebaiknya Bayi Harus Tidur" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/10/Berapa-Lama-Sebaiknya-Bayi-Harus-Tidur.jpg" alt="" width="174" height="130" /></a>Kebanyakan orangtua berjuang dengan masalah tidur di beberapa titik dalam kehidupan anak mereka. Salah satu pertanyaan terbesar orang tua miliki, adalah berapa banyak harus tidur bayi saya?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah pertanyaan penting, karena berapa banyak bayi Anda tidur langsung dampak pembangunan mental dan fisik.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah beberapa panduan untuk berapa banyak tidur kebutuhan anak Anda pada tahap yang berbeda dalam perkembangannya, menurut The National Sleep Foundation.<span id="more-1088"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bayi yang baru lahir (1-2 bulan) Bayi baru lahir banyak tidur! Kebanyakan bayi rata-rata sekitar 16 jam tidur sehari. Sayangnya, sebagian besar tidur yang datang dalam potongan kecil tidak lebih dari sekitar 1 sampai 2 jam pada suatu waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayi (3-11 bulan) Mulai sekitar 3 bulan, kebanyakan bayi sistem saraf kecil memiliki cukup matang untuk memungkinkan sesi tidur lebih lama &#8211; biasanya sekitar 4 &#8211; 5 jam pada suatu waktu. Dengan enam bulan, kebanyakan bayi tidur sepanjang malam. Jika hal ini tidak terjadi dengan bayi Anda, itu umumnya bukan karena mereka lapar, tetapi telah membentuk kebiasaan mencari kenyamanan dari Anda saat ini malam. Mengajar bayi anda untuk kembali ke tidur sendiri akan memungkinkan dia untuk tidur sepanjang malam. Kebanyakan bayi akan membentuk pola tidur kecil mereka sendiri yang umumnya terdiri dari sekitar 2 tidur sehari, dengan total 13 jam tidur setiap hari. Jangan khawatir jika bayi anda membutuhkan banyak tidur siang singkat sedikit bukan 2 orang lagi. Bayi memiliki cara yang melekat untuk mengetahui seberapa banyak tidur yang mereka butuhkan. Selama bayi Anda tampaknya tidak rewel ketika dia terjaga, dia mungkin cukup tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Balita (1-3 tahun) membutuhkan sekitar 12-14 Balita jam tidur dalam periode 24 jam. Begitu mereka mencapai sekitar 18 bulan usia, naptimes mereka biasanya akan berkurang untuk satu hari berlangsung sekitar 2-3 jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak prasekolah (3-5 tahun) Anak usia 3 &#8211; 5 membutuhkan sekitar 10-12 jam tidur per hari. Pada usia 3, hanya sekitar 50% dari anak-anak masih tidur siang, dan dengan 5 paling tidak tidur sama sekali. Pada usia ini, jika anak Anda mendapatkan banyak istirahat di malam hari, itu tidak perlu bahwa mereka tidur siang.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak Usia Sekolah (5 &#8211; 12 tahun) Anak usia 5 &#8211; 12 membutuhkan 10-11 jam tidur setiap malam. Jangan meremehkan pentingnya di sini &#8211; tidur yang tidak memadai dapat menyebabkan perubahan suasana hati, hiperaktivitas dan masalah lain yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Remaja (13-18 tahun) Kebanyakan remaja membutuhkan sekitar 9 jam tidur setiap malam untuk merasa waspada dan cukup istirahat. Sayangnya, sekitar 90% dari semua remaja mendapatkan kurang dari 8 jam setiap malam. Tidak baik &#8211; studi telah menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung menjadi kelebihan berat badan dan lebih rentan terhadap depresi ketika mereka tidak cukup tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa banyak yang harus tidur bayi? Anda dapat membantu anak-anak Anda mendapatkan tidur yang mereka butuhkan, dengan pertama-tama mengetahui berapa banyak bayi harus tidur. Kedua, dengan menyediakan lingkungan tidur yang nyaman dan ketiga, dengan mempertahankan rutinitas tidur yang konsisten.</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-anak-usia-4-6-tahun.html" title="perkembangan anak usia 4-6 tahun">perkembangan anak usia 4-6 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-anak-usia-7-tahun.html" title="perkembangan anak usia 7 tahun">perkembangan anak usia 7 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/berapa-lama-bayi-tidur.html" title="berapa lama bayi tidur">berapa lama bayi tidur</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bayi-banyak-tidur.html" title="bayi banyak tidur">bayi banyak tidur</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-anak-3-4-tahun.html" title="perkembangan anak 3-4 tahun">perkembangan anak 3-4 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-anak-4-6-tahun.html" title="perkembangan anak 4-6 tahun">perkembangan anak 4-6 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/proposal-pengaruh-pijat-bayi-terhadap-kualitas-tidur-bayi.html" title="proposal pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi">proposal pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pendidikan-usia-4-6-tahun.html" title="pendidikan usia 4-6 tahun">pendidikan usia 4-6 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bayi-baru-lahir-tidur-berapa-lama.html" title="bayi baru lahir tidur berapa lama">bayi baru lahir tidur berapa lama</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/stimulus-bayi-5-6-bulan.html" title="stimulus bayi 5-6 bulan">stimulus bayi 5-6 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-kematangan-sosial-anak-umur-10-12-tahun.html" title="perkembangan kematangan sosial anak umur 10 - 12 tahun">perkembangan kematangan sosial anak umur 10 - 12 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/defenisi-pola-tidur-anak.html" title="defenisi pola tidur anak">defenisi pola tidur anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bab-pada-bayi-usia-7-bulan.html" title="bab pada bayi usia 7 bulan">bab pada bayi usia 7 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-balita-3-5-tahun.html" title="perkembangan balita 3-5 tahun">perkembangan balita 3-5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/yang-mempengaruhi-asi.html" title="yang mempengaruhi asi">yang mempengaruhi asi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/resume-dikatakan-umur-berapa-untuk-bayi-balita-dan-anak.html" title="resume dikatakan umur berapa untuk bayi balita dan anak">resume dikatakan umur berapa untuk bayi balita dan anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/berapa-jam-bayi-mesti-tidur.html" title="berapa jam bayi mesti tidur">berapa jam bayi mesti tidur</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/rancangan-kurikulum-untuk-usia-4-6-tahun.html" title="Rancangan kurikulum untuk usia 4-6 tahun">Rancangan kurikulum untuk usia 4-6 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/psikologi-perkembangan-fisik-motorik-anak-kasar-usia-4-6-tahun.html" title="psikologi perkembangan fisik motorik anak kasar usia 4-6 tahun">psikologi perkembangan fisik motorik anak kasar usia 4-6 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/psikologi-perkembangan-anak-usia-3-4-tahun.html" title="psikologi perkembangan anak usia 3-4 tahun">psikologi perkembangan anak usia 3-4 tahun</a><h2  class="related_post_title">Informasi Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/sering-buang-air-besar-pada-bayi.html" title="Sering Buang Air Besar Pada Bayi">Sering Buang Air Besar Pada Bayi</a><br /><small>"DUTT... brutt… brutt,”. Prita, bayi mungil itu mengeluarkan suara nyaring dari bawah perutnya. Kontan saja, Lusia menoleh ke arah buah hatinya. Setel...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/stimulasi-bayi/8-kemampuan-otak-bayi-yang-mengagumkan.html" title="8 Kemampuan Otak Bayi yang Mengagumkan">8 Kemampuan Otak Bayi yang Mengagumkan</a><br /><small>Berikut 8 kemampuan otak bayi yang mengagumkan, seperti dilansir Livescience, Kamis (30/6/2011):
1. Tahu siapa yang menjadi bos
Sejak usia 10 bulan,...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/stimulasi-bayi/kurang-stimulasi-bisa-membuat-sel-otak-bayi-rusak.html" title="Kurang Stimulasi Bisa Membuat Sel Otak Bayi Rusak">Kurang Stimulasi Bisa Membuat Sel Otak Bayi Rusak</a><br /><small>Meski berada di dalam kandungan, bukan berarti bayi tidak bisa merasa respons dari luar. Justru respons yang merupakan bagian dari stimulasi bisa meni...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/tips-mengatasi-rasa-sakit-saat-persalinan.html" title="Tips Mengatasi Rasa Sakit Saat Persalinan">Tips Mengatasi Rasa Sakit Saat Persalinan</a><br /><small>Nyeri persalinan perlu diatasi supaya memudahkan proses persalinan, mengurangi kesakitan dan kematian ibu maupun bayi serta agar ibu dan bayi terbebas...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/perawatan-pribadi-setelah-episiotomi.html" title="Perawatan Pribadi Setelah Episiotomi">Perawatan Pribadi Setelah Episiotomi</a><br /><small>Sekadar mengingatkan yang dimaksud dengan tindakan episiotomi adalah pengguntingan jaringan yang terletak di antara lubang kemaluan (vagina) dan luban...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/bahaya-minum-teh-bagi-bayi.html" title="Bahaya Minum Teh bagi Bayi">Bahaya Minum Teh bagi Bayi</a><br /><small>siapa yang menyangka tanaman teh sudah tidak diragukan lagi bahwa tumbuhan yang di tanam di pegunungan ini memiliki banyak manfaat karena kandungan an...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/berapa-lama-sebaiknya-bayi-harus-tidur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hubungan Usia Paritas Dengan Kejadian Plasenta Previa</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/kehamilan/hubungan-usia-paritas-dengan-kejadian-plasenta-previa.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/kehamilan/hubungan-usia-paritas-dengan-kejadian-plasenta-previa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 01:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan prematur]]></category>
		<category><![CDATA[Perdarahan]]></category>
		<category><![CDATA[perdarahan antepartum]]></category>
		<category><![CDATA[perdarahan postpartum]]></category>
		<category><![CDATA[Plasenta previa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1082</guid>
		<description><![CDATA[BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perdarahan sebagai penyebab kematia ibu terdiri atas perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum, perdarahan antepartum merupakan kasus gawat darurat yang kejadiannya berkisar 3% dari semua persalinan, penyebabnya antara lain plasenta previa, solusio plasenta, dan perdarahan &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/kehamilan/hubungan-usia-paritas-dengan-kejadian-plasenta-previa.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/09/Hubungan-Usia-Paritas-Dengan-Kejadian-Plasenta-Previa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1083" title="Hubungan Usia Paritas Dengan Kejadian Plasenta Previa" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/09/Hubungan-Usia-Paritas-Dengan-Kejadian-Plasenta-Previa.jpg" alt="" width="169" height="126" /></a>BAB 1</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A.</strong><strong> </strong><strong>Latar Belakang </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perdarahan sebagai penyebab kematia ibu terdiri atas perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum, perdarahan antepartum merupakan kasus gawat darurat yang kejadiannya berkisar 3% dari semua persalinan, penyebabnya antara lain plasenta previa, solusio plasenta, dan perdarahan yang belum jelas sumbernya (Sarwono, 2002 : 363). <span id="more-1082"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Frekuensi plasenta previa pada primigravida yang berumur lebih dari 35 tahun kira – kira 2 kali lebih sering dibandingkan dengan primigravida yang berumur kurang dari 25 tahun, pada para 3 atau lebih yang berumur lebih dari 35 tahun kira – kira 3 kali lebih sering dibandingkan para 3 atau lebih yang berumur kurang dari 25 tahun (Sarwono, 2002 : 368)</p>
<p style="text-align: justify;">Plasenta previa adalah plasenta yang implantasinya tidak normal, sehingga menutupi seluruh atau sebagian ostium internum karena faktor predisposisi yang masih sulit dihindari, prevalensinya masih tinggi serta punya andil besar dalam angka kematian maternal dan perinatal yang merupakan parameter pelayanan kesehatan Prevalensi plasenta previa di negara maju berkisar antara 0,26 &#8211; 2,00 % dari seluruh jumlah kehamilan. Sedangkan di Indonesia dilaporkan oleh beberapa peneliti berkisar antara 2,4 &#8211; 3,56 % dari seluruh kehamilan, di kabupaten banyuwangi pada tahun 2002 jumlah kelahiran hidup 32 per 100.000 dengan komplikasi 50 % eklampsi, 37,5 % karena perdarahan dan 12,5 % karena penyebab lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Plasenta previa pada kehamilan prematur lebih bermasalah karena persalinan terpaksa; sebagian kasus disebabkan oleh perdarahan hebat, sebagian lainnya oleh proses persalinan. Prematuritas merupakan penyebab utama kematian perinatal sekalipun penatalaksanaan plasenta previa sudah dilakukan dengan benar. Di samping masalah prematuritas, perdarahan akibat plasenta previa akan fatal bagi ibu jika tidak ada persiapan darah atau komponen darah dengan segera, upaya yang dilakukan oleh tenaga medis melakukan konsultasi medik saat terjadi perdarahan pertama kali dan merujuk pasien saat terdeteksi plasenta previa terhadap Kehamilan lanjut (Wheeler L, 2002, 123)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B.</strong><strong> </strong><strong>Pembatasan Dan Rumusan Masalah </strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Pembatasan masalah</p>
<p style="text-align: justify;">Pembatasan masalah dalam penelitian ini dibatasi hanya sebatas tentang plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;">2. Rumusan masalah</p>
<p style="text-align: justify;">Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">” Bagaimanakah hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng – Banyuwangi “</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>C.</strong><strong> </strong><strong>Tujuan Penelitian </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.</strong><strong> </strong><strong>Tujuan Umum </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng – Banyuwangi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong><strong> </strong><strong>Tujuan Khusus </strong></p>
<p style="text-align: justify;">a. Mengidentifikasi tentang paritas ibu bersalin di RSUD Genteng – Banyuwangi</p>
<p style="text-align: justify;">b. Mengidentifikasi tentang kejadian plasenta previa di RSUD Genteng – Banyuwangi</p>
<p style="text-align: justify;">c. Menganalisa hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng – Banyuwangi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>D.</strong><strong> </strong><strong>Manfaat Penelitian </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.</strong><strong> </strong><strong>Manfaat Bagi Peneliti </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi peneliti tentang hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong><strong> </strong><strong>Manfaat Praktis </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Memberikan kontribuasi bagi ilmu pengetahuan tentang hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.</strong><strong> </strong><strong>Manfaat Teoritis </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya dan sumbangan pengembangan dan penyempurnaan ilmu pengetahuan yang telah ada</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BAB 2</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>TINJAUAN PUSTAKA</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A.</strong><strong> </strong><strong>Landasan Teori </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.</strong><strong> </strong><strong>Konsep Dasar Paritas </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>a.</strong><strong> </strong><strong>Definisi Paritas </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Chapman (1999) paritas adalah jumlah kelahiran yang pernah dialami ibu dengan mencapai viabilitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan menurut Manuaba (1999) paritas atau para adalah wanita yang pernah melahirkan dan di bagi menjadi beberapa istilah :</p>
<p style="text-align: justify;">1) Primipara yaitu wanita yang telah melahirkan sebanyak satu kali</p>
<p style="text-align: justify;">2) Multipara yaitu wanita yang telah pernah melahirkan anak hidup beberapa kali, di mana persalinan tersebut tidak lebih dari lima kali</p>
<p style="text-align: justify;">3) Grandemultipara yaitu wanita yang telah melahirkan janin aterm lebih dari lima kali</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pula sumber yang didapat dari wikipedia terdapat beberapa istilah tentang paritas yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">1) Primipara adalah seorang wanita yang pernah melahirkan satu kali atau melahirkan untuk pertama kali</p>
<p style="text-align: justify;">2) Multipara adalah seorang wanita yang telah melahirkan lebih dari satu kali</p>
<p style="text-align: justify;">Paritas 2 – 3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Paritas 1 dan paritas tinggi (lebih dari 3) mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi. Lebih tinggi paritas, lebih tinggi kematian maternal (Winkjosastro, 2002).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>b.</strong><strong> </strong><strong>Pengelompokan Paritas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ditinjau dari tingkatannya paritas dikelompokkan menjadi tiga antara lain :</p>
<p style="text-align: justify;">1) Paritas rendah atau primipara</p>
<p style="text-align: justify;">Paritas rendah meliputi nullipara dan primipara</p>
<p style="text-align: justify;">2) Paritas sedang atau multipara</p>
<p style="text-align: justify;">Paritas sedang atau multipara digolongkan pada hamil dan bersalin dua sampai empat kali. Pada paritas sedang ini, sudah masuk kategori rawan terutama pada kasus-kasus obstetrik yang jelek, serta interval kehamilan yang terlalu dekat kurang dari 2 tahun</p>
<p style="text-align: justify;">3) Paritas tinggi</p>
<p style="text-align: justify;">Kehamilan dan persalinan pada paritas tinggi atau grandemulti, adalah ibu hamil dan melahirkan 5 kali atau lebih. Paritas tinggi merupakan paritas rawan oleh karena paritas tinggi banyak kejadian-kejadian obstetri patologi yang bersumber pada paritas tinggi, antara lain : plasenta previa, perdarahan postpartum, dan lebih memungkinkan lagi terjadinya atonia uteri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>c.</strong><strong> </strong><strong>Komplikasi Paritas Tinggi </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Manuaba (1999) Seorang wanita yang telah mengalami kehamilan sebanyak 6 kali atau lebih, lebih mungkin mengalami:</p>
<p style="text-align: justify;">1). Kontraksi yang lemah pada saat persalinan (karena otot rahimnya lemah)</p>
<p style="text-align: justify;">2). Perdarahan setelah persalinan (karena otot rahimnya lemah)</p>
<p style="text-align: justify;">3). Plasenta previa (plasenta letak rendah).</p>
<p style="text-align: justify;">4). Pre eklampsi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong><strong> </strong><strong>Konsep Dasar Plasenta Previa </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>a.</strong><strong> </strong><strong>Definisi Plasenta Previa </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Wiknjosostro ( 2005 ) plesenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir <em>(<span style="text-decoration: underline;">www.</span></em><span style="text-decoration: underline;">http//yuwielueninet.wordpress.com/diakses 010609/plsenta previa</span><em>)</em>. Plasenta previa didefinisikan sebagai suatu keadaan seluruh atau sebagian plasenta ber-insersi di ostium uteri internum, sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari jalan lahir <em>(</em><span style="text-decoration: underline;">www.http//PLASENTA PREVIA « Yuwielueninet’s Weblog.htm,diakses 010609</span><em>)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>b.</strong><strong> </strong><strong>Etiologi </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Belum diketahui pasti, namun diyakini plasenta previa meningkat pada grandemultipara, primigravida tua, bekas seksio secarea, bekas aborsi, kelainan janin, dan leiomioma uteri (Mansjoer, 2001 : 276 )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>c.</strong><strong> </strong><strong>Klasifikasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Plasenta previa melibatkan implantasi plasenta di atas mulut serviks bagian dalam (<em>internal cervical os</em>). Berbagai varian termasuk :</p>
<p style="text-align: justify;">1). Plasenta Previa <em>totalis, </em>apabila seluruh pembukaan tertutup oleh jaringan Plasenta</p>
<p style="text-align: justify;">2). Plasenta Previa<em> Parsialis, </em>apabila sebagian pembukaan tertutup oleh jaringan Plasenta</p>
<p style="text-align: justify;">3). Plasenta Previa<em> Marginalis, </em>apabila pinggir Plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan</p>
<p style="text-align: justify;">4). Plasenta<em> Letak Rendah, </em>Plasenta yang letaknya abnormal pada segmen bawah uterus tetapi belum sampai menutupi pembukaan jalan lahir</p>
<p style="text-align: justify;">Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15-20 cm dan tebal 2,5 cm, berat rata-rata 500 gram. Tali pusat berhubungan dengan Plasenta biasanya di tengah (insersio sentralis), Bila hubungan agak pinggir (insersio lateralis), dan bila di pinggir Plasenta (insersio marginalis), kadang-kadang tali pusat berada di luar Plasenta dan hubungan dengan<strong> </strong>Plasenta melalui janin, jika demikian disebut (insersio velmentosa)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>d.</strong><strong> </strong><strong>Penyebab Plasenta Previa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1). Perdarahan (<em>hemorrhaging</em>), jika berhubungan dengan kehamilan (<em>labor</em>), dapat sekunder ke dilatasi serviks dan gangguan (<em>disruption</em>) implantasi plasenta dari servikas dan segmen bawah rahim (lower uterine segment). Segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi dan oleh karenanya tidak dapat menekan/ mempersempit (<em>constrict</em>) pembuluh darah di korpus uterus, menyebabkan perdarahan yang terus-menerus</p>
<p style="text-align: justify;">2). Usia lebih dari 35 tahun</p>
<p style="text-align: justify;">3). Multiparitas</p>
<p style="text-align: justify;">4). Pengobatan infertilitas</p>
<p style="text-align: justify;">5). <em>Multiple gestation</em> (<em>larger surface area of the placenta</em>)</p>
<p style="text-align: justify;">6). <em>Erythroblastosis</em></p>
<p style="text-align: justify;">7). Riwayat operasi/ pembedahan uterus sebelumnya (prior uterine surgery)</p>
<p style="text-align: justify;">8). Keguguran berulang (<em>recurrent abortions</em>)</p>
<p style="text-align: justify;">9). Status sosioekonomi yang rendah</p>
<p style="text-align: justify;">10). Jarak antar kehamilan yang pendek (<em>short interpregnancy interval</em>)</p>
<p style="text-align: justify;">11). Merokok</p>
<p style="text-align: justify;">12). Penggunaan kokain</p>
<p style="text-align: justify;">13). Penyebab lainnya termasuk pemeriksaan dengan jari (digital exam), abruption (<em>pre-eklampsia</em>, hipertensi kronis, penggunaan kokain, dll) dan penyebab trauma</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>e.</strong><strong> </strong><strong>Faktor Predisposisi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1). Melebarkan pertumbuhan plasenta<br />
a) Kehamilan kembar (gemelli)<br />
b) Tumbuh kembang plasenta tipis</p>
<p style="text-align: justify;">2). Kurang suburnya endometrium<br />
a) Malnutrisi ibu hamil<br />
b) Melebarnya plasenta karena gemelli<br />
c) Sering dijumpai pada grandemultipara</p>
<p style="text-align: justify;">3). Terlambat implantasi<br />
a) Endometrium fundus kurang subur<br />
b) Terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk</p>
<p style="text-align: justify;">blastula yang siap untuk nidasi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>f.</strong><strong> </strong><strong>Patofisiologi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perdarahan antepartum akibat Plasenta Previa<em> </em>terjadi sejak kehamilan 10 minggu saat segmen bawah uterus membentuk dari mulai melebar serta menipis, umumnya terjadi pada trismester ketiga karena segmen bawah uterus lebih banyak mengalami perubahan pelebaran segmen bawah uterus dan pembukaan servik menyebabkan sinus uterus robek karena lepasnya plasenta dari dinding uterus atau karena robekan sinus marginalis dari plasenta. Pendarahan tidak dapat dihindarkan karena ketidak mampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi seperti pada plasenta letak normal (Mansjoer, 2001 : 276 )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>g.</strong><strong> </strong><strong>Komplikasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1). Pada ibu dapat terjadi perdarahan hingga syok akibat perdarahan, anemia karena perdarahan plasentitis, dan endometritis pasca persalinan.</p>
<p style="text-align: justify;">2). Pada janin biasanya terjadi persalinan premature dan komplikasi seperti Asfiksi berat.</p>
<p style="text-align: justify;">( Mansjoer, 2001 : 277 )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>h.</strong><strong> </strong><strong>Gambaran Klinik </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perdarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari Plasenta Previa<em>. </em>Perdarahan dapat terjadi selagi penderita tidur atau bekerja biasa, perdarahan pertama biasanya tidak banyak, sehingga tidak akan berakibat fatal. Perdarahan berikutnya hampir selalu banyak dari pada sebelumnya, apalagi kalau sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan dalam. Sejak kehamilan 20 minggu segmen bawah uterus, pelebaran segmen bawah uterus dan pembukaan serviks tidak dapat diikuti oleh plasenta yang melekat dari dinding uterus. Pada saat ini dimulai terjadi perdarahan darah berwarna segar</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber perdarahan ialah sinus uterus yang terobek karena terlepasnya plasenta dari dinding uterus perdarahan tidak dapat dihindari karena ketidak mampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi menghentikan perdarahan, tidak sebagai serabut otot uterus untuk menghentikan perdarahan kala III dengan plasenta yang letaknya normal makin rendah letak plasenta makin dini perdarahan terjadi, oleh karena itu perdarahan pada Plasenta Previa<em> </em>Totalis akan terjadi lebih dini dari pada plasenta letak rendah, yang mungkin baru berdarah setelah persalinan mulai. (Winkonjosostro, 1999 : 368 )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>i.</strong><strong> </strong><strong>Diagnosis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada setiap perdarahan antepartum, perlu dilakukan suatu pemeriksaan yang akan menentukan suatu diagnosis. Dalam menentukkan suatu keadaan plasenta previa perlu dilakukan suatu pemeriksaan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">1). <strong><em>Anamnesis</em></strong> : perdarahan jalan lahir pada Kehamilan setelah 22 minggu berlangsung tanpa nyeri, tanpa alasan, terutama pada multigravida</p>
<p style="text-align: justify;">2). <strong><em>Pemeriksaan luar</em></strong> : bagian terbawah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul, apabila presentasi kepala, biasanya kepalanya masih terapung diatas pintu atas panggul atau menolak ke samping, dan sukar dodorong ke dalam pintu atas pangul tidak jarang terdapat kelainan letak janin, seperti letak lintang atau letak sungsang</p>
<p style="text-align: justify;">3). <strong><em>Pemeriksaan in spekulo</em></strong> : pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan serviks dan vagina, apabila perdarahan dari berasal dari ostium uteri eksternum, adanya plasenta previa harus dicurigai</p>
<p style="text-align: justify;">4). <strong><em>Penentuan letak plasenta tidak langsung</em></strong> : penentuan letak plasenta secara tidak langsung dapat dilakukan dengan radiografi, radioisotope dan ultrasonografi, nilai diagnostiknya cukup tinggi di tangan yang ahli, tapi bahaya radiasi cukup tinggi pada ibu dan bayi, menyebabkan cara ini mulai ditinggalkan</p>
<p style="text-align: justify;">5). <strong><em>Ultarsonografi </em></strong>: penentuan letak plasenta ini dianggap tidak membahayakan bagi ibu dan janin dan tidak menimbulkan rasa nyeri</p>
<p style="text-align: justify;">6). <strong><em>Penentuan letak plasenta secara langsung </em></strong>: pemeriksaan dilakukan secara langsung dengan meraba plasenta melalui kanalis servikalis, tapi hal ini dapat menimbulkan perdarahan yang banyak, pemeriksaan ini hanya dilakukan apabila penanganan pasif ditinggalkan dan ditempuh penanganan aktif</p>
<p style="text-align: justify;">7). <strong><em>Perabaan fornises </em></strong>: pemeriksaan ini hanya bermakna jika janin dalam presentasi kepala, sambil mendorng sedikit kepala janin kearah pintu atas panggul, perlahan – lahan seluruh fornises diraba dengan jari</p>
<p style="text-align: justify;">8). <strong><em>Pemeriksaan melalui kanalis servikalis </em></strong>: apabila kanalis servikalis terbuka, perlahan – lahan jari telunjuk dimasukkan ke dalam kanalis servikalis dengan Tujuan kalau – kalau meraba kotiledon plasenta dan akan terasa padat (keras)apabila antara jari dan kepala janin tidak terdapat plasenta</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>j.</strong><strong> </strong><strong>Penatalaksanaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1). Terapi Ekspektif</p>
<p style="text-align: justify;">a). Tujuan supaya janin tidak terlahir premature, penderita dirawat tanpa melakukan pemeriksaan dalam melalui kanalis servisis Syarat-syarat terapi ekspektif :</p>
<p style="text-align: justify;">(1). Kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit yang kemudian berhenti.</p>
<p style="text-align: justify;">(2). Belum ada tanda-tanda in partu.</p>
<p style="text-align: justify;">(3). Keadaan umum ibu cukup baik.</p>
<p style="text-align: justify;">(4). Janin masih hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">b). Rawat inap, tirah baring dan berikan antibiotik profilaksis.</p>
<p style="text-align: justify;">c). Lakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui implantasi plasenta.</p>
<p style="text-align: justify;">d). Berikan tokolitik bila ada kontraksi :</p>
<p style="text-align: justify;">(1). MgS04 IV dosis awal tunggal dilanjutkan 4 gram setiap 6 jam.</p>
<p style="text-align: justify;">(2). Nifedipin 3 x 20 mg perhari.</p>
<p style="text-align: justify;">(3). Betamethason 24 mg IV dosis tunggal untuk pematangan paru janin.</p>
<p style="text-align: justify;">e). Uji pematangan paru janin dengan tes kocok dari hasil amniosentesis.</p>
<p style="text-align: justify;">f). Bila setelah usia kehamilan diatas 34 minggu, plasenta masih berada disekitar Ostium Uteri Interim.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila perdarahan berhenti dan waktu untuk mencapai 37 minggu masih lama, pasien dapat dipulang untuk rawat jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">2). Terapi Aktif ( tindakan segera )</p>
<p style="text-align: justify;">Wanita hamil diatas 22 minggu dengan perdarahan pervagina yang aktif dan banyak, harus segera ditatalaksanakan secara aktif tanpa memandang moturitus janin. Lakukan PDMO yaitu melakukan perabaan secara langsung melalui pembukaan serviks pada perdarahan yang sangat banyak dan pada ibu dengan anemia berat, jika :</p>
<p style="text-align: justify;">a). Infus 1 transfusi telah terpasang.</p>
<p style="text-align: justify;">b). Kehamilan &gt; 37 minggu ( Berat Badan &gt; 2500 gram ) dan inpartu.</p>
<p style="text-align: justify;">c). Janin telah meninggal atau terdapat anomali kongenital mayor, seperti anesefali<em>.</em></p>
<p style="text-align: justify;">d). Perdarahan dengan bagian terbawah janin telah jauh melewati pintu atas panggul ( 2/5 atau 3/5 pada palpasi luar ).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B.</strong><strong> </strong><strong>Kerangka Konseptual Penelitian </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kerangka konseptual adalah konsep yang dipakai sebagai landasan berfikir dalam kegiatan ilmu ( Nursalam, 2003 : 59)</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="0"></td>
<td width="150"></td>
<td width="78"></td>
<td width="294"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td colspan="2"></td>
<td width="294" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>1). Multiparitas</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td colspan="2"></td>
<td rowspan="3" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td width="150" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>PLASENTA     PREVIA</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Sarwono, 2002 : 367</p>
<p style="text-align: justify;">Keterangan</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="88" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">: Garis berhubungan yang dilakukan penelitian</p>
<p style="text-align: justify;">: Garis berhubungan yang tidak dilakukan penelitian</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="544" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Gambar 2.1 : Kerangka Konseptual hubungan paritas     dengan kejadian plasenta previa</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">: Variabel/ sub veriabel yang dilakukan penelitian</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BAB 3</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>METODE PENELITIAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A.</strong><strong> </strong><strong>Jenis Dan Rancang Bangun Penelitian </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Desain penelitian merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian ( Nursalam, 2003 : 81 ). Berdasarkan tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng – Banyuwangi, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian <em>Cross Sectional </em>adalah suatu penelitian dimana variabel – variabel yang termasuk resiko dan variabel – variabel yang termasuk afek observasi sekaligus pada waktu yang sama ( Notoadmodjo, 2002 : 145)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B.</strong><strong> </strong><strong>Variable </strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Jenis Variabel</p>
<p style="text-align: justify;">Variabel adalah suatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang suatu konsep pengertian tersebut misalnya : umur, jenis kelamin, status perkawinan, dll (Notoatmodjo, 2002 : 70). Variabel dalam penelitian ini adalah paritas dengan kejadian plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;">2. Definisi Operasional variabel</p>
<p style="text-align: justify;">Definisi operasional dari variabel yang diteliti dapat dilihat dari tabel berikut ini :</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="32"><strong>No</strong></td>
<td width="92"><strong>VARIABEL</strong></td>
<td width="231"><strong>DEFINISI OPERASINAL</strong></td>
<td width="108"><strong>KRITERIA</strong></td>
<td width="70"><strong>SKALA</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="32" valign="top">1.&nbsp;</p>
<p>2.</td>
<td width="92" valign="top">Paritas&nbsp;</p>
<p>Plasenta previa</td>
<td width="231" valign="top">Jumlah kelahiran yang pernah dialami   ibu dengan mencapai viabilitas&nbsp;</p>
<p>Suatu keadaan seluruh atau sebagian   plasenta ber-insersi di ostium uteri internum, sehingga menutupi seluruh atau   sebagian dari jalan lahir</td>
<td width="108" valign="top">Primipara&nbsp;</p>
<p>Multipara</p>
<p>Grandemulti</p>
<p>- Ya (+)</p>
<p>- Tidak (-)</td>
<td width="70" valign="top">Ordinal&nbsp;</p>
<p>Nominal</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="544" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Tabel 3.1 :     Definisi operasional hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><strong>C.</strong><strong> </strong><strong>Populasi </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Populasi merupakan seluruh subyek / obyek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti, bukan hanya subyek / obyek yang di pelajari saja tetapi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki subyek atau obyek tertentu ( Aziz Alimul, 2003 : 35 ). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua ibu bersalin yang tercatat dalam rekam medik tahun 2008 – 2009</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>D.</strong><strong> </strong><strong>Sampel</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sample adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi obyek penelitian (Arikunto, 2002 : 109). Sampel yang digunakan adalah semua ibu bersalin yang mengalami plaseta previa dan telah tercatat dalam rekam medik RSUD Genteng – Banyuwangi mulai Tahun 2008 – 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Teknik sampling, yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>Simple Non Random Sampling</em> yaitu pengambilan sample secara acak sederhana, dimana setiap anggota unit dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sample</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>E.</strong><strong> </strong><strong>Lokasi dan Waktu Penelitian </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian ini dilakukan di Rekam Medik RSUD Genteng – Banyuwangi per bulan 1 januari 2008 s/d 30 juni 2009, waktu penelitian dilakukan pada Bulan Agustus 2009</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>H. Teknik Dan Instrumen Pengumpulan Data </strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Tehnik Pengumpulan Data</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penelitian ini Peneliti melakukan pengumpulan data dengan pengamatan dan pencatatan dari register pasien dengan plasenta previa di rekam medik RSUD Genteng – Banyuwangi.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Instrument Pengumpulan Data</p>
<p style="text-align: justify;">Alat ukur yang digunakan berupa lembar chek list yaitu suatu daftar pengecek, berisi nama subyek dan beberapa gejala/ identitas lainnya dari sasaran pengamatan ( Notoatmodjo, 2002 : 99)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>I.</strong><strong> </strong><strong>Teknik Analisis Data</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Tehnik Pengolahan Data</p>
<p style="text-align: justify;">Data yang terkumpul dari hasil pengumpulan data kemudian dianalisa. Sebelum data diolah, data tersebut perlu diedit terlebih dahulu untuk memudahkan analisa, setelah itu dibuat tabulasi dan dianalisa (Moh. Nasir, 1999 : 407), dengan langkah – langkah analisa sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>a.</em><em> </em><em>Editing </em></p>
<p style="text-align: justify;">Editing adalah pekerjaan validitas dan realibilitas data masuk. Kegiatan editing ini meliputi : pemeriksaan akan kelengkapan pengisian lembar chek list,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>b.</em><em> </em><em>Coding </em></p>
<p style="text-align: justify;">Coding adalah kegiatan untuk mengklasifikasikan data atau jawaban menurut kategorinya masing-masing. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa kode pada bagian-bagian tertentu untuk mempermudah waktu pentabulasian dan analisa data</p>
<p style="text-align: justify;"><em>c.</em><em> </em><em>Scoring </em></p>
<p style="text-align: justify;">Skoring adalah melakukan penilaian untuk jawaban dari responden. Adalah penentuan jumlah skor, dalam penelitian ini menggunakan skala nominal<em> </em>dan<em> </em>ordinal</p>
<p style="text-align: justify;"><em>d.</em><em> </em><em>Transfering</em></p>
<p style="text-align: justify;">Transfering adalah kegiatan memindahkan jawaban atau kode jawaban ke dalam master sheet (terlampir).</p>
<p style="text-align: justify;"><em>e.</em><em> </em><em>Tabulating </em></p>
<p style="text-align: justify;">Melakukan tabulasi hasil data yang diperoleh sesuai dengan lembar cheklist untuk mengetahui perbandingan jumlah persalinan dengan plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;">2. Analisis Data</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil analisis sementara penelitian ini adalah membandingkan hasil prosentase secara kuantitatif, untuk menghitung besarnya korelasi digunakan tehnik statistik analisa korelasi kontingensi tabel 3 X 2, koefisien korelasi adalah indeks atau bilangan yang digunakan untuk mengukur derajat hubungan dan bentuk dan arah hubungan (Hasan, 2004 : 44). Dengan Uji Z score dari Frank wilcoxon menggunakan SPSS 10.0</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>J.</strong><strong> </strong><strong>Etika Penelitian </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum kita melakukan penelitian, terlebih dahulu kita melakukan pendekatan administratif dengan pihak pendidikan yaitu dengan berbekal surat izin mengadakan penelitian dari Akademi Kebidanan Poltekkes Majapahit Mojokerto disampaikan kepada direktur RSUD Genteng &#8211; Banyuwangi, setelah mendapat persetujuan dari pihak terkait, penelitian dilakukan dengan menekankan masalah etika yang meliputi :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>1.</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>Informed Concent</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">merupakan lembar persetujuan yang akan diedarkan sebelum penelitian dilakukan pada seluruh klien yang memenuhi kriteria inklusi untuk diteliti. Tujuannya supaya mengerti maksud dan tujuan penelitian serta dampak yang diteliti selama pengumpulan data. Jika responden bersedia diteliti maka harus menandatangani lembar persetujuan, jika responeden menolak untuk diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati haknya</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>2.</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>Anonimity </em></strong><strong>( Tanpa Nama )</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menjaga kerahasiaan identitas responden, peneliti tidak akan mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data (observasi) yang diisi oleh peneliti. Lembar tersebut hanya diberi nomor kode tertentu</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>3.</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>Confidentiallity </em></strong><strong>( Kerahasiaan )</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Informasi yang berhasil dikumpulkan dari sampel peneliti dijaga dan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti dan hanya kelompok tertentu saja yang mengetahui hasil penelitian atau riset</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>K.</strong><strong> </strong><strong>Keterbatasan Penelitian </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Burn dan Grove (dalam Nursalam dan Pariani, 2001 : 16) Keterbatasan adalah kelemahan atau hambatan dalam penelitian. Dalam penelitian terdapat beberapa keterbatasan yang dimiliki, diantaranya :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Jumlah sampel yang diambil terbatas dan mengingat keterbatasan waktu sehingga kurang representatif</p>
<p style="text-align: justify;">2. Instrumen pengumpulan data berdasarkan kuesioner pada klien dirancang sendiri oleh peneliti sehingga validasi data dan reliablitasnya masih perlu diuji</p>
<p style="text-align: justify;">3. Waktu yang tersedia untuk melaksanakan dan menyelesaikan penelitian ini cukup pendek sehingga hasilnya kurang memuaskan</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BAB 4</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada bab ini akan menguraikan tentang hasil penelitian yang telah dilaksanakan di RSUD Genteng &#8211; Banyuwangi pada bulan Agustus 2009.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A.</strong><strong> </strong><strong>HASIL PENELITIAN </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4.1</strong><strong> </strong><strong>Gambaran Umum Lokasi Penelitian </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="23"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="10"></td>
<td width="12"></td>
<td width="11"></td>
<td width="17"></td>
<td width="7"></td>
<td width="37"></td>
<td width="28"></td>
<td width="37"></td>
<td width="7"></td>
<td width="3"></td>
<td width="25"></td>
<td width="9"></td>
<td width="124"></td>
<td width="8"></td>
<td width="74"></td>
<td width="72"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td colspan="13"></td>
<td rowspan="3" valign="top"></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td colspan="11"></td>
<td rowspan="3" valign="top"></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td colspan="2"></td>
<td colspan="7" rowspan="3" valign="top"></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td colspan="15" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td colspan="4"></td>
<td colspan="3" rowspan="3" valign="top"></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td colspan="2" width="28" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>T</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td></td>
<td></td>
<td colspan="2" width="28" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>B</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td colspan="5"></td>
<td width="28" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>U</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="493" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="157" valign="top">1. UGD&nbsp;</p>
<p>2. Apotik</p>
<p>3. Wartel</p>
<p>4. Koperasi</p>
<p>5. Kantor kep</p>
<p>6. Loket   pendaftaran</p>
<p>7. Rekam medik</p>
<p>8. Poli   fisioterapi</p>
<p>9. Poli mata</p>
<p>10. Poli kulit</p>
<p>11. Poli gigi</p>
<p>12. Poli tht</p>
<p>13. Poli interna</td>
<td width="162" valign="top">14. Poli paru&nbsp;</p>
<p>15. Poli bedah</p>
<p>16. Poli paru</p>
<p>17. Poli anak</p>
<p>18. Loket   pembayaran</p>
<p>19. Poli syaraf</p>
<p>20. Poli   andrologi</p>
<p>21. Kantor TU</p>
<p>22. Mushola</p>
<p>23. Kamar operasi</p>
<p>24. Ruang interna   1</p>
<p>25. Ruang interna   2</p>
<p>26. Ruang bedah</td>
<td width="175" valign="top">27. Ruang dokter&nbsp;</p>
<p>28. Radiology</p>
<p>29. Ruang anak</p>
<p>30. Kantor diklat</p>
<p>31. Perinatologi</p>
<p>32. Ruang   bersalin</p>
<p>33. Poli   kandungan</p>
<p>34. Gudang</p>
<p>35. Tempat cucian</p>
<p>36. Kamar mayat</p>
<p>37. Kantin</p>
<p>38. Mini market</p>
<p>39. Paviliun   rengganis</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">BAPELKESMAS RSUD Genteng merupakan salah satu Rumah sakit tipe C yang berada di kabupaten Banyuwangi dan berlokasi di kecamatan Genteng yang sangat strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. BAPELKESMAS Genteng sebagai rumah sakit pendidikan untuk lahan praktik oleh beberapa institusi kesehatan seperti akademi keperawatan, akademi kebidanan, fakultas kedokteran umum dan fakultas kedokteran gigi, dengan batas – batas ruang medical record sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">a. Sebelah utara : Jalan Raya</p>
<p style="text-align: justify;">b. Sebelah Barat : Poli mata dan umum</p>
<p style="text-align: justify;">c. Sebelah Selatan : Ruang bersalin dan ruang kanak – kanak</p>
<p style="text-align: justify;">d. Sebelah Timur : Ruang UGD dan tempat parkir</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong><strong> </strong><strong>Data Umum</strong></p>
<p style="text-align: justify;">a. Data responden berdasarkan umur</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tabel 4.1 Distribusi Data Responden Ibu Bersalin Berdasarkan Umur Di RSUD Genteng – Banyuwangi Tahun 2008 &#8211; 2009</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="474">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="34">No</td>
<td rowspan="2" width="203">Usia</td>
<td colspan="2" width="237" valign="top">Jumlah persalinan januari 2008 – juni 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="112" valign="top">(f)</td>
<td width="125" valign="top">(%)</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">1.&nbsp;</p>
<p>2.</p>
<p>3.</td>
<td width="203" valign="top">&lt;&gt;&nbsp;</p>
<p>20 – 35 tahun</p>
<p>&gt; 35 tahun</td>
<td width="112" valign="top">20&nbsp;</p>
<p>14</p>
<p>11</td>
<td width="125" valign="top">36,3&nbsp;</p>
<p>56</p>
<p>40</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="237" valign="top">Jumlah</td>
<td width="112" valign="top">55</td>
<td width="125" valign="top">100</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Sumber : data rekam medik RSUD Genteng</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tabel 4.1 diatas dapat diketahui sebagian besar responden di RSUD Genteng – Banyuwangi berumur 20 – 35 tahun yaitu 56 % (14 orang)</p>
<p style="text-align: justify;">b. Data responden berdasarkan tingkat pendidikan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tabel 4.2 Distribusi Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Ibu Bersalin Di RSUD Genteng – Banyuwangi Tahun 2008 &#8211; 2009</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="474">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="34">No</td>
<td rowspan="2" width="203">Usia</td>
<td colspan="2" width="237" valign="top">Jumlah persalinan januari 2008 – juni 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="112" valign="top">(f)</td>
<td width="125" valign="top">(%)</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">1.&nbsp;</p>
<p>2.</p>
<p>3.</p>
<p>4.</td>
<td width="203" valign="top">SD&nbsp;</p>
<p>SMP</p>
<p>SMU / SMK</p>
<p>Perguruan Tinggi</td>
<td width="112" valign="top">23&nbsp;</p>
<p>21</p>
<p>10</p>
<p>1</td>
<td width="125" valign="top">41,8&nbsp;</p>
<p>38,1</p>
<p>18.1</p>
<p>1,81</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="237" valign="top">Jumlah</td>
<td width="112" valign="top">55</td>
<td width="125" valign="top">100</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Sumber : data rekam medik RSUD Genteng</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa rata – rata pendidikan ibu bersalin di RSUD Genteng Banyuwangi berpendidikan SD yaitu 41,8 % ( 23 orang )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.</strong><strong> </strong><strong>Data Khusus </strong></p>
<p style="text-align: justify;">a. Data jumlah paritas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tabel 4.3 Distribusi Data Jumlah Paritas Ibu Bersalin Di RSUD Genteng Banyuwangi Tahun 2008 &#8211; 2009</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="474">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="34">No</td>
<td rowspan="2" width="203">Usia</td>
<td colspan="2" width="237" valign="top">Jumlah Paritas januari 2008 – juni 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="112" valign="top">(f)</td>
<td width="125" valign="top">(%)</td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="top">1.&nbsp;</p>
<p>2.</p>
<p>3.</td>
<td width="203" valign="top">Para 0 – 1&nbsp;</p>
<p>Para 2 – 4</p>
<p>Para &gt; 5</td>
<td width="112" valign="top">23&nbsp;</p>
<p>32</p>
<p>-</td>
<td width="125" valign="top">41,8&nbsp;</p>
<p>58,2</p>
<p>-</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="237" valign="top">Jumlah</td>
<td width="112" valign="top">55</td>
<td width="125" valign="top">100</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Sumber : data rekam medik RSUD Genteng</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa jumlah ibu bersalin di RSUD Genteng – banyuwangi dengan jumlah para 2 – 4 anak sebanyak 58,2 % ( 21 orang ), para 0 – 1 anak 41,8 % ( 23 orang )</p>
<p style="text-align: justify;">b. Data Jumlah persalinan plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tabel 4.4 Distribusi Jumlah Persalinan Dengan Plasenta Previa Di RSUD Genteng – Banyuwangi Tahun 2008 &#8211; 2009</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="474">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="35">No</td>
<td rowspan="2" width="202">Plasenta previa</td>
<td colspan="2" width="237">Jumlah Persalinan per januari 2008 – juni 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="112">(f)</td>
<td width="125">(%)</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="top">1.&nbsp;</p>
<p>2.</td>
<td width="202" valign="top">Ya&nbsp;</p>
<p>Tidak</td>
<td width="112" valign="top">30&nbsp;</p>
<p>25</td>
<td width="125" valign="top">54,6&nbsp;</p>
<p>45,4</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="237">Jumlah</td>
<td width="112" valign="top">55</td>
<td width="125" valign="top">100</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Sumber : data rekam medik RSUD Genteng</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tabel 4.4 diatas dapat diketahui kejadian plasenta previa yaitu 54,6 % dan yang bukan kejadian plasenta previa sebesar 45,4 %</p>
<p style="text-align: justify;">c. Data Hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tabel 4.5 Distribusi Hubungan Paritas Dengan Plasenta Previa di RSUD Genteng – Banyuwangi Th 2008 – 2009</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="3" width="151">Paritas</td>
<td colspan="4" width="235">Kejadian   plasenta previa</td>
<td rowspan="3" width="83">Jumlah   responden</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="122">Ya</td>
<td colspan="2" width="112">Tidak</td>
</tr>
<tr>
<td width="60">(f)</td>
<td width="62">(%)</td>
<td width="50">(f)</td>
<td width="62">(%)</td>
</tr>
<tr>
<td width="151">Primipara</td>
<td width="60">5</td>
<td width="62">16,7</td>
<td width="50">17</td>
<td width="62">68</td>
<td width="83">23</td>
</tr>
<tr>
<td width="151">Multipara</td>
<td width="60">25</td>
<td width="62">83,3</td>
<td width="50">8</td>
<td width="62">32</td>
<td width="83">32</td>
</tr>
<tr>
<td width="151">Grandemultipara</td>
<td width="60">-</td>
<td width="62">-</td>
<td width="50">-</td>
<td width="62">-</td>
<td width="83">-</td>
</tr>
<tr>
<td width="151">Jumlah</td>
<td width="60">30</td>
<td width="62">100</td>
<td width="50">25</td>
<td width="62">100</td>
<td width="83">55</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat diketahui primipara yang mengalami persalinan dengan plasenta previa sebesar 16,7 % (5 orang), multipara sebesar 83,3% (25 orang), sedangkan yang tidak mengalami persalinan dengan plasenta previa pada primipara sebesar 68 % ( 17 orang ), multipara 32 % ( 8 orang)</p>
<p style="text-align: justify;">d. Prosedur pengujian data</p>
<p style="text-align: justify;">1. Formulasi hipotesa statistic</p>
<p style="text-align: justify;">Ho : µ1 ≠ µ2 : tidak ada hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng Banyuwangi</p>
<p style="text-align: justify;">Hi : µ1 = µ2 : ada hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng Banyuwangi</p>
<p style="text-align: justify;">2. Uji statistic yang sesuai adalah uji Z dari frank wilcoxon</p>
<p style="text-align: justify;">3. Taraf signifikansi dan besarnya sample digunakan a : 0,05, nilai Z Untuk jenjang bertanda frank wilcoxon adalah n = 55</p>
<p style="text-align: justify;">4. Perhitungan harga statistik Z</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tabel 4.6 penghitungan harga statistik</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Test Statistics </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="150" valign="top"></td>
<td width="87" valign="top">Kejadian&nbsp;</p>
<p>PP – Para</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top">Z&nbsp;</p>
<p>Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
<td width="87" valign="top">- 3,3634ª&nbsp;</p>
<p>- .000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">a. Based On Positive Ranks</p>
<p style="text-align: justify;">b. Wilcoxon Signed Ranks Test</p>
<p style="text-align: justify;">5. Kesimpulan / keputusan pengujian</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena uji statistic Z = &#8211; 3,3634 maka diputuskan bahwa ada hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B. Pembahasan </strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Distribusi Data Jumlah Paritas Ibu Bersalin Di RSUD Genteng Banyuwangi</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa jumlah ibu bersalin di RSUD Genteng – banyuwangi dengan jumlah para 2 – 4 anak sebanyak 58,2 % ( 21 orang ), para 0 – 1 anak 41,8 % ( 23 orang )</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut manuaba (1999) Paritas sedang atau multipara digolongkan pada hamil dan bersalin dua sampai empat kali. Pada paritas sedang ini, sudah masuk kategori rawan terutama pada kasus-kasus obstetrik yang jelek, serta interval kehamilan yang terlalu dekat kurang dari 2 tahun. Seorang wanita yang telah mengalami kehamilan sebanyak 6 kali atau lebih, lebih mungkin mengalami: Kontraksi yang lemah pada saat persalinan (karena otot rahimnya lemah), perdarahan setelah persalinan (karena otot rahimnya lemah), Plasenta previa (plasenta letak rendah) dan Pre eklampsi, plasenta previa meningkat pada grande multipara, primi gravida tua, bekas seksio secarea, bekas aborsi, kelainan janin, dan leiomioma uteri (Mansjoer, 2001 : 276 ), paritas 2 – 4 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Paritas 1 dan paritas tinggi (lebih dari 4) mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi. Lebih tinggi paritas, lebih tinggi kematian maternal (Winkjosastro, 2002).</p>
<p style="text-align: justify;">Jumlah paritas pada suatu kehamilan mempunyai kecenderungan berpengaruh pada kehamilan berikutnya, hal ini bahwa semakin banyak anak yang telah dilahirkan maka akan semakin tinggi kecenderungan ibu untuk mengalami plasenta previa pada kehamilan selanjutnya</p>
<p style="text-align: justify;">2. Distribusi Jumlah Persalinan Dengan Plasenta Previa Di RSUD Genteng – Banyuwangi Tahun 2008 – 2009</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut tabel 4.4 jumlah persalinan plasenta previa sebanyak 54,6 % dan yang tidak mengalami plasenta previa atau perdarahan lainnya sebanyak 45,4 %</p>
<p style="text-align: justify;">Perdarahan pervaginam dapat terjadi setiap saat pada masa hamil, dapat disebabkan oleh kondisi yang ringan seperti implasntasi, sevisitis, atau polip serviks atau koitus, atau oleh kondisi – kondisi serius yang bahkan mengancam kehidupan seperti plasenta previa dan solution plasenta (wheller, 2003, 123). Perdarahan antepartum merupakan kasus gawat darurat yang kejadiannya berkisar 3% dari semua persalinan, penyebabnya antara lain plasenta previa, solusio plasenta, dan perdarahan yang belum jelas sumbernya (Sarwono, 2002 : 363).</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kepustakaan mengatakan plasenta previa lebih sering pada wanita multipara, mungkin karena jaringan parut uterus akibat kehamilan berulang. Jaringan parut ini menyebabkan tidak adekuatnnya persediaan darah ke plasenta sehingga plasenta menjadi lebih tipis dan mencakup daerah uterus yang lebih luas. Konsekuensi perlekatan plasenta yang luas ini adalah meningkatnya risiko penutupan ostium uteri internum. Strassman menyatakan bahwa plasenta letak rendah terjadi karena endometrium bagian fundus belum siap menjadi tempat implantasi pada kehamilan yang sering</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang wanita dengan multiparitas, rawan mengalami kehamilan dengan plasenta previa dan perlu di waspadai hal itu sering terjadi pada multiparitas dengan usia 20 – 35 tahun</p>
<p style="text-align: justify;">3. Distribusi Hubungan Paritas Dengan Plasenta Previa di RSUD Genteng – Banyuwangi Th 2008 – 2009</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat diketahui primipara yang mengalami persalinan dengan plasenta previa sebesar 16,7 % (5 orang), multipara sebesar 83,3% (25 orang), sedangkan yang tidak mengalami persalinan dengan plasenta previa pada primipara sebesar 68 % ( 17 orang ), multipara 32 % ( 8 orang)</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sarwono (2002 : 367) Vaskularisasi yang berkurang atau perubahan desidua akibat persalinan yang lampau dapat menyebabkan terjadinya plasenta previa pada kehamilan selanjutnya, apabila aliran darah ke plasenta tidak cukup atau diperlukan lebih banyak seperti pada kehamilan kembar, plasenta yang letaknya normal sekalipun akan memperluas permukaannya, sehingga mendekati atau menutupi sama sekali jalan lahir</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut manuaba (1999) Paritas sedang atau multipara digolongkan pada hamil dan bersalin dua sampai empat kali. Pada paritas sedang ini, sudah masuk kategori rawan terutama pada kasus-kasus obstetrik yang jelek, serta interval kehamilan yang terlalu dekat kurang dari 2 tahun</p>
<p style="text-align: justify;">Paritas dengan frekuensi sedang mempunyai kecenderungan mengalami plasenta previa serta didukung dengan komplikasi lainnya seperti kehamilan kembar, kurang suburnya endometrium (malnutrisi ibu hamil), terlambat implantasi (endometrium fundus kurang subur, terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk, blastula yang siap untuk nidasi)</p>
<p style="text-align: justify;">4. Hasil pengujian data</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut tabel 4.7 hasil penelitian hubungan peritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,05). Dalam uji Z dari Frank Wilcoxon dengan sample 55, mempunyai hasil Z Score -3,3634ª maka Ho di tolak yang berarti ada hubungan antara paritas dengan kejadian plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BAB 5</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>KESIMPULAN DAN SARAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada bab ini akan disajikan hasil kesimpulan dan saran dari penelitian tentang hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng Bnayuwangi Tahun 2008 – 2009</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A. Kesimpulan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah paritas ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng Banyuwangi tahun 2008 – 2009 :</p>
<p style="text-align: justify;">a. Identifikasi paritas ibu bersalin di RSUD Genteng – Banyuwangi primipara sebesar 41,8 % ( 23 orang ), multipara sebesar 58,2 % ( 21 orang )</p>
<p style="text-align: justify;">b. Identifikasi kejadian plasenta previa di RSUD Genteng – Banyuwangi sebesar 54,6 % dan kejadian perdarahan antepartum lainnya sebesar 45,4 %</p>
<p style="text-align: justify;">c. Dari 100 persalinan didapatkan 30 responden mengalami plasenta previa dimana primipara sebesar 16,7 % dan multipara 83,3 %, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Genteng – Banyuwangi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B. Saran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Bagi peneliti</p>
<p style="text-align: justify;">Diharapkan ada penelitian lanjutan tentang faktor lain yang dapat memicu adanya plasenta previa</p>
<p style="text-align: justify;">2. Bagi tempat penelitian</p>
<p style="text-align: justify;">Meningkatkan mutu pelayanan dan diharapkan melalui dokter atau bidan sebagai pelaksana langsung dapat memberikan penyuluhan tentang Ante Natal Care Dini dan Teratur</p>
<p style="text-align: justify;">3. Bagi masyarakat</p>
<p style="text-align: justify;">Diaharapkan ibu yang telah memiliki paritas banyak atau lebih dari 2 – 4, tidak menambah kehamilan lagi</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengertian-ibu-hamil.html" title="pengertian ibu hamil">pengertian ibu hamil</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengertian-hamil.html" title="pengertian hamil">pengertian hamil</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/latar-belakang-plasenta-previa.html" title="latar belakang plasenta previa">latar belakang plasenta previa</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/latar-belakang-persalinan.html" title="latar belakang persalinan">latar belakang persalinan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/paritas-adalah.html" title="paritas adalah">paritas adalah</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/definisi-ibu-hamil.html" title="definisi ibu hamil">definisi ibu hamil</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/obat-penyebab-keguguran.html" title="obat penyebab keguguran">obat penyebab keguguran</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengertian-pasca.html" title="pengertian pasca">pengertian pasca</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/obat-yang-menyebabkan-keguguran.html" title="obat yang menyebabkan keguguran">obat yang menyebabkan keguguran</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/www-vagina-com.html" title="www vagina com">www vagina com</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengertian-kehamilan.html" title="pengertian kehamilan">pengertian kehamilan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/janin-usia-22-minggu.html" title="janin usia 22 minggu">janin usia 22 minggu</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/latar-belakang-persalinan-normal.html" title="latar belakang persalinan normal">latar belakang persalinan normal</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-melahirkan-yang-baik-dan-benar.html" title="cara melahirkan yang baik dan benar">cara melahirkan yang baik dan benar</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/penatalaksanaan-plasenta-previa.html" title="penatalaksanaan plasenta previa">penatalaksanaan plasenta previa</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/www-vagina.html" title="www vagina">www vagina</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/ciri-janin-sehat.html" title="CIRI JANIN SEHAT">CIRI JANIN SEHAT</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/fisiologi-kehamilan-normal.html" title="fisiologi kehamilan normal">fisiologi kehamilan normal</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gambar-ibu-dan-anak.html" title="gambar ibu dan anak">gambar ibu dan anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/penyebab-plasenta-previa.html" title="penyebab plasenta previa">penyebab plasenta previa</a><h2  class="related_post_title">Informasi Menarik Lain:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/berbagai-hal-yang-harus-anda-bawa-ke-rumah-sakit.html" title="Berbagai Hal Yang Harus Anda Bawa Ke Rumah Sakit">Berbagai Hal Yang Harus Anda Bawa Ke Rumah Sakit</a><br /><small>Setelah minggu2 terakhir kehamilan waktu akan terasa berjalan begitu cepat dan waktu persalinan kadang tidak dapat dipastikan dan sekitar 7 bulan atau...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/gangguan-tidur-yang-biasa-dialami-pada-anak.html" title="Gangguan Tidur yang Biasa Dialami Pada Anak">Gangguan Tidur yang Biasa Dialami Pada Anak</a><br /><small>Banyak anak yang memiliki masalah dengan tidurnya, seperti sulit bernapas, sering terbangun saat tidur malam hari atau jalan sambil tidur. Tapi terkad...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/gejala-pusing-pada-anak.html" title="Gejala Pusing Pada Anak">Gejala Pusing Pada Anak</a><br /><small>Bayi menangis terus, tapi Anda tidak tahu kenapa? Bisa jadi anak Anda pusing. Tidak hanya orang dewasa saja, bayi yang belum bicara juga bisa sakit ke...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/kenali-tanda-tanda-klinis-anak-kekurangan-gizi.html" title="Kenali Tanda-tanda Klinis Anak Kekurangan Gizi">Kenali Tanda-tanda Klinis Anak Kekurangan Gizi</a><br /><small>Masalah anak yang kekurangan gizi bukanlah masalah yang baru, tapi sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Seringkali anak yang kurang gizi dihu...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/agar-anak-senang-dan-gemar-membaca.html" title="Agar Anak Senang dan Gemar Membaca">Agar Anak Senang dan Gemar Membaca</a><br /><small>Pastinya semua orangtua menginginkan anaknya pintar dan gemar membaca agar bisa memiliki wawasan dan informasi yang luas.Sejak usia 6 bulan anak sudah...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/terkena-diabetes-ketika-usianya-berenjak-dewasa.html" title="Terkena Diabetes Ketika Usianya Berenjak Dewasa">Terkena Diabetes Ketika Usianya Berenjak Dewasa</a><br /><small>Anak-anak penderita kanker yang mendapatan perawatan radiasi untuk pengobatannya ternyata memiliki risiko dua kali lebih besar terkena diabetes ketika...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/kehamilan/hubungan-usia-paritas-dengan-kejadian-plasenta-previa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sering Buang Air Besar Pada Bayi</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/info-anak/sering-buang-air-besar-pada-bayi.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/info-anak/sering-buang-air-besar-pada-bayi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 01:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Anak]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[bayi baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[bayi menyusu ASI]]></category>
		<category><![CDATA[buang air besar]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi hati]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Sering Buang Air Besar Pada Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[usia bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1079</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;DUTT&#8230; brutt… brutt,”. Prita, bayi mungil itu mengeluarkan suara nyaring dari bawah perutnya. Kontan saja, Lusia menoleh ke arah buah hatinya. Setelah diamati, rupanya itu kali pertama Prita kecil buang air besar (BAB). Eh, selang beberapa hari berikutnya, BAB-nya Prita &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/sering-buang-air-besar-pada-bayi.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/09/Sering-Buang-Air-Besar-Pada-Bayi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1080" title="Sering Buang Air Besar Pada Bayi" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/09/Sering-Buang-Air-Besar-Pada-Bayi.jpg" alt="" width="147" height="132" /></a>&#8220;DUTT&#8230; brutt… brutt,”. Prita, bayi mungil itu mengeluarkan suara nyaring dari bawah perutnya. Kontan saja, Lusia menoleh ke arah buah hatinya. Setelah diamati, rupanya itu kali pertama Prita kecil buang air besar (BAB).</p>
<p style="text-align: justify;">Eh, selang beberapa hari berikutnya, BAB-nya Prita kok berubah warna. Awalnya berwarna hitam, lantas berubah menjadi kekuningan, intensitasnya pun semakin sering.<span id="more-1079"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Duh, kenapa ya si Prita?,” gumam ibunya. Tenang dulu! Yuk, simak seputar BAB pada bayi!</p>
<p style="text-align: justify;">DARI “ASPAL” HINGGA “SELAI KACANG”</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam 24 jam pertama, bayi akan mengeluarkan BAB berwarna hitam kehijauan. Konsistensi (bentuknya) menyerupai aspal. BAB ini disebut mekonium, sisa absorpsi dari ketuban selama si bayi dalam kandungan ibunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa dikatakan BAB dalam 24 jam ini penting untuk melihat apakah bayi memiliki kelainan pencernaan atau tidak, hirschprung (gangguan pengeluaran tinja akibat tidak ada syaraf tertentu pada usus bagian bawah), misalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya, pada bayi menyusu ASI, dua hari pertama, BAB-nya masih berwarna hitam kehijauan, lengket seperti aspal. Baru pada hari ke &#8211; 3 dan 4, ‘pup’ nya berubah warna menjadi kuning kehijauan. Selanjutnya, bayi usia 5 &#8211; 7 hari, BAB-nya terlihat kuning dan konsistensinya kental, mirip selai kacang.</p>
<p style="text-align: justify;">BISA 5-7 KALI SEHARI</p>
<p style="text-align: justify;">Bertambahnya usia bayi, jelas memengaruhi pola BAB bayi baru lahir. Umpamanya saja, pada bayi usia 6-8 minggu, frekuensi BAB bisa 5-7 kali sehari. Bahkan saat kentut, bayi mengeluarkan BAB. Tampak konsistensi BAB, seperti bubur, kadang berbusa. Warnanya bisa kuning hingga kuning kehijauan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, saking seringnya bayi BAB, orangtua menyangka bayinya terkena diare. Pasalnya pada beberapa bayi yang minum ASI, setiap kali menyusu, dia akan BAB. Tapi, hal ini tidak ditemukan pada bayi yang mengasup susu formula atau campuran ASI-susu formula.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, wajar saja bila bayi yang menyusu ASI sering mengeluarkan BAB. Dan itu bukan pertanda diare–yang bisa dikenali dengan ciri bayi lemas, tidak mau menyusu ASI, pipisnya jarang dan cengeng. Pasalnya, ASI memiliki efek laksatif sehingga memudahkan bayi untuk buang air besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Di awal kelahiran bayi hingga usia 6–7 minggu, ASI akan membersihkan sistem pencernaan bayi saat ia masih di dalam rahim ibu. Bahkan saat ia BAB, bilirubin yang tidak terpakai dalam tubuh akan dibuang melalui tinja. Berarti, fungsi hati yang masih belum sempurna akan terbantu dengan baik dan risiko kuning pada bayi pun akan terminimalisir. Jadi wajar kalau bayi yang minum ASI lebih sering BAB.</p>
<p style="text-align: justify;">BAB JARANG</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya, memasuki usia lebih dari 6 minggu, frekuensi BAB bayi berubah. Tadinya, BAB sering, kini BAB bayi bisa 2-3 hari sekali, bahkan 12 hari sekali. Malah, orangtua berprasangka kalau bayinya mengalami sembelit (konstipasi).</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal, hal ini terjadi akibat ASI sudah terserap sempurna dalam tubuh bayi. Sehingga, tidak ada ampas yang dibuang melalui BAB.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana membedakan antara BAB normal dan sembelit? Nah,  bisa memerhatikan gejala konstipasi, yaitu: tinja keras, sulit dikeluarkan, hingga menyebabkan luka pada anus. Bila hal ini terjadi, segera periksa ke dokter anak.</p>
<p style="text-align: justify;">AYO, AMATI BAB BAYI!</p>
<p style="text-align: justify;">Hitam Kehijauan</p>
<p style="text-align: justify;">Warna BAB ini berasal dari mekonium. Biasanya, keluar pada saat bayi pertama kali lahir.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuning kehijauan atau kecoklatan</p>
<p style="text-align: justify;">Normalnya, warna BAB bayi adalah kuning. Bila BAB-nya kuning, si bayi mendapatkan ASI, baik foremilk (ASI depan) dan hindmilk (ASI belakang). Warna kuning asalnya dari proses pencernaan lemak yang dibantu cairan empedu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hijau<br />
BAB hijau tergolong normal. Tapi, hal ini jangan terjadi terlalu sering. Pasalnya, pasokan ASI bayi tidak seimbang. Jika bayi hanya mengisap foremilk-banyak mengandung gula dan laktosa, tapi rendah lemak-saja, maka BAB-nya berwarna hijau. Namun, BAB-nya akan berubah menjadi kuning bila bayi mengisap hindmilk yang mengandung lemak. Sebaiknya, bayi mendapat ASI, baik foremilk dan hindmilk, sehingga gizi pun komplit. Sehingga, BAB bukan warna hijau melulu, tapi kuning kehijauan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bercak kemerahan</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat bercak kemerahan karena terdapat tetesan darah yang menyertai BAB. Kemungkinan, bercak itu berasal dari tubuh bayi atau ibunya. Bila bayi sempat mengisap darah ibunya selama proses persalinan, maka bercak pada BAB itu adalah darah. Biasanya, bercak itu hanya muncul pada hari pertama hingga ketiga setelah bayi lahir.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, jika bercak itu ada pada kotorannya—entah itu cair atau menggumpal—dan bukan dari darah ibunya, maka kemungkinannya bayi alergi susu formula (jika bayi sudah mendapat susu formula). Atau bayi mengalami penyumbatan pada usus (invaginasi), sehingga bayi pun harus dioperasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Putih keabu-abuan</p>
<p style="text-align: justify;">Bila BAB bayi baru lahir berwarna putih keabu-abuan, hal ini musti diwaspadai. Sebab, terjadi gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. Sebaiknya,  segera membawa ke dokter. Bila ditunda berminggu-minggu, atau berbulan-bulan, bisa jadi bayi mengalami kerusakan hati. Pengobatannya ialah transplantasi hati.</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bab-pada-bayi-susu-formula.html" title="BAB pada bayi susu formula">BAB pada bayi susu formula</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bab-pada-bayi.html" title="bab pada bayi">bab pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bab-anak-berwarna-hitam.html" title="bab anak berwarna hitam">bab anak berwarna hitam</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/buang-air-besar-pada-bayi.html" title="buang air besar pada bayi">buang air besar pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/buang-air-besar-pada-bayi-susu-formula.html" title="buang air besar pada bayi susu formula">buang air besar pada bayi susu formula</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bab-bayi-susu-formula.html" title="bab bayi susu formula">bab bayi susu formula</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/obat-prostat-satal.html" title="obat prostat satal">obat prostat satal</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/ciri-ciri-alergi-susu.html" title="ciri ciri alergi susu">ciri ciri alergi susu</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/ciri-ciri-alergi-susu.html" title="ciri-ciri alergi susu">ciri-ciri alergi susu</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pencernaan-bayi-baru-lahir.html" title="pencernaan bayi baru lahir">pencernaan bayi baru lahir</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/ciri-alergi-susu-pada-bayi.html" title="ciri alergi susu pada bayi">ciri alergi susu pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perut-bawah-keras.html" title="perut bawah keras">perut bawah keras</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bab-anak-hitam.html" title="bab anak hitam">bab anak hitam</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bab-bayi-warna-hitam.html" title="bab bayi warna hitam">bab bayi warna hitam</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/kentut-pada-bayi.html" title="kentut pada bayi">kentut pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/latar-belakang-tentang-bayi-yang-mengkonsumsi-susu-formula.html" title="latar belakang tentang bayi yang mengkonsumsi susu formula">latar belakang tentang bayi yang mengkonsumsi susu formula</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/penyumbatan-air-susu.html" title="penyumbatan air susu">penyumbatan air susu</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gangguan-gizi.html" title="gangguan gizi">gangguan gizi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/gangguan-gizi-pada-bayi.html" title="gangguan gizi pada bayi">gangguan gizi pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/normalnya-bayi-buang-air-besar-umur-12hari.html" title="normalnya bayi buang air besar umur 12hari">normalnya bayi buang air besar umur 12hari</a><h2  class="related_post_title">Informasi Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/batita-1-3-tahun/berapa-lama-sebaiknya-bayi-harus-tidur.html" title="Berapa Lama Sebaiknya Bayi Harus Tidur?">Berapa Lama Sebaiknya Bayi Harus Tidur?</a><br /><small>Kebanyakan orangtua berjuang dengan masalah tidur di beberapa titik dalam kehidupan anak mereka. Salah satu pertanyaan terbesar orang tua miliki, adal...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/stimulasi-bayi/8-kemampuan-otak-bayi-yang-mengagumkan.html" title="8 Kemampuan Otak Bayi yang Mengagumkan">8 Kemampuan Otak Bayi yang Mengagumkan</a><br /><small>Berikut 8 kemampuan otak bayi yang mengagumkan, seperti dilansir Livescience, Kamis (30/6/2011):
1. Tahu siapa yang menjadi bos
Sejak usia 10 bulan,...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/stimulasi-bayi/kurang-stimulasi-bisa-membuat-sel-otak-bayi-rusak.html" title="Kurang Stimulasi Bisa Membuat Sel Otak Bayi Rusak">Kurang Stimulasi Bisa Membuat Sel Otak Bayi Rusak</a><br /><small>Meski berada di dalam kandungan, bukan berarti bayi tidak bisa merasa respons dari luar. Justru respons yang merupakan bagian dari stimulasi bisa meni...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/tips-mengatasi-rasa-sakit-saat-persalinan.html" title="Tips Mengatasi Rasa Sakit Saat Persalinan">Tips Mengatasi Rasa Sakit Saat Persalinan</a><br /><small>Nyeri persalinan perlu diatasi supaya memudahkan proses persalinan, mengurangi kesakitan dan kematian ibu maupun bayi serta agar ibu dan bayi terbebas...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/perawatan-pribadi-setelah-episiotomi.html" title="Perawatan Pribadi Setelah Episiotomi">Perawatan Pribadi Setelah Episiotomi</a><br /><small>Sekadar mengingatkan yang dimaksud dengan tindakan episiotomi adalah pengguntingan jaringan yang terletak di antara lubang kemaluan (vagina) dan luban...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/bahaya-minum-teh-bagi-bayi.html" title="Bahaya Minum Teh bagi Bayi">Bahaya Minum Teh bagi Bayi</a><br /><small>siapa yang menyangka tanaman teh sudah tidak diragukan lagi bahwa tumbuhan yang di tanam di pegunungan ini memiliki banyak manfaat karena kandungan an...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/info-anak/sering-buang-air-besar-pada-bayi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Vaksin yang Dibutuhkan Balita</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/tips-bayi-sehat/10-vaksin-yang-dibutuhkan-balita.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/tips-bayi-sehat/10-vaksin-yang-dibutuhkan-balita.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 09:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Bayi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[10 vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[10 vaksin yang dibutuhkan balita]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Kesehatan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[DPT atau DTP]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Virus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1075</guid>
		<description><![CDATA[Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 10 vaksin yang dibutuhkan balita. Tetapi tidak semua vaksin ini wajib diberikan, tergantung kondisinya. Seperti diberitakan Health, Rabu (1/6/2011) ke-10 vaksin yang diperlukan balita baik yang wajib maupun tidak adalah sebagai berikut: 1. Hepatitis &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/tips-bayi-sehat/10-vaksin-yang-dibutuhkan-balita.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/09/10-vaksin-yang-dibutuhkan-balita.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1076" title="10 vaksin yang dibutuhkan balita" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/09/10-vaksin-yang-dibutuhkan-balita.jpg" alt="" width="181" height="143" /></a>Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 10 vaksin yang dibutuhkan balita. Tetapi tidak semua vaksin ini wajib diberikan, tergantung kondisinya. Seperti diberitakan Health, Rabu (1/6/2011) ke-10 vaksin yang diperlukan balita baik yang wajib maupun tidak adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Hepatitis B<br />
Vaksin ini wajib diberikan ke balita bahkan sebelum ia meninggalkan rumah sakit. Vaksin ini diberikan 12 jam setelah bayi lahir. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali.<span id="more-1075"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pertama adalah 12 jam setelah lahir<br />
Kedua, 1-2 bulan dari vaksin yang pertama harus diberikan lagi<br />
Ketiga, 6-18 bulan setelah vaksin yang kedua.</p>
<p style="text-align: justify;">Vaksin ini melindungi bayi dari virus hepatitis B yang sulit disembuhkan yang mana balita bisa terkena dari ibu yang mengidap hepatitis selama proses persalinan.</p>
<p style="text-align: justify;">Virus ini menyebar melalui kontak darah atau cairan tubuh lain. Efek samping setelah divaksin ini adalah demam ringan. Menurut Gabrielle Gold-von Simson, MD, asisten profesor pediatri di NYU Langone Medical Center di New York, demam ringan adalah gejala yang paling umum dialami balita.</p>
<p style="text-align: justify;">2. DPT atau DTP<br />
Vaksin ini wajib diberikan yang merupakan campuran dari tiga vaksin yaitu untuk mencegah penyakit difteri (yang menyerang tenggorokan), pertusis (batuk rejan), dan tetanus (infeksi akibat luka yang menimbulkan kejang-kejang).</p>
<p style="text-align: justify;">Vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali dan pertama kali saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Lalu saat bayi berumur 4 dan 6 bulan. Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Untuk penguatannya bisa dilakukan pada anak umur 12 tahun dan kemudian dilakukan lagi setiap 10 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">“Vaksin DPT bisa diberikan bersamaan dengan hepatitis dan polio,” kata Dr Emas-von Simson.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Polio<br />
Vakin ini di Indonesia wajib diberikan karena ancaman polio yang masih ada. Vaksin ini untuk menangkal kelumpuhan akibat virus polio. Vaksin olio pertama diberikan setelah lahir. Kemudian vaksin ini diberikan 3 kali, saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini bisa diulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">4. BCG (Bacillus Calmette Guerin)<br />
Vaksin ini wajib diberikan yang gunanya mencegah penyakit TB (Tuberkulosis). Vaksin BCG bisa 80 persen efektif mencegah TBC selama jangka waktu 15 tahun. Imunisasi BCG hanya dilakukan sekali yakni ketika bayi berusia 0-11 bulan. Tapi kebanyakan diberikan saat bayi berusia di bawah 2 bulan.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Vaksin Campak, Gondong dan Rubela (MMR)<br />
Vaksin MMR melindungi anak dari tiga virus: campak (yang menyebabkan demam tinggi dan ruam tubuh-lebar), gondong (yang menyebabkan rasa sakit wajah, pembengkakan kelenjar liur, dan kadang-kadang pembengkakan skrotum pada laki-laki), dan rubella atau campak Jerman (yang dapat menyebabkan kecacatan lahir jika infeksi terjadi selama kehamilan).</p>
<p style="text-align: justify;">Vaksin ini pertama diberikan pada anak saat usia 12 hingga 15 bulan dan pada usia antara 4 dan 6 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Cacar air</p>
<p style="text-align: justify;">Cacar air adalah ruam yang sangat menular yang disebabkan oleh virus varicella. Infeksi cacar air dapat sangat berbahaya dan pada orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan atau tidak divaksin di masa kecil dapat menyebabkan herpes zoster.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemberian kepada anak-anak dilakukan pada usia 12 sampai 15 bulan dan kemudian dilakukan lagi pada usia antara 4 dan 6 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Efek samping pemberian vaksin ini menyebabkan rasa sakit dan bekas di tempat suntikan, demam atau ruam ringan.</p>
<p style="text-align: justify;">Keenam vaksin tersebut oleh dokter di Indonesia biasanya wajib diberikan. Namun selain 6 vaksin itu ada juga vaksin lain yang kadang diberikan ke balita sesuai kondisi.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Vaksin Hib tipe B (Haemophilus influenza)</p>
<p style="text-align: justify;">“Haemophilus influenza tipe b adalah bakteri yang menyebabkan meningitis,” kata Dr Emas-von Simson. Meningitis adalah penyakit peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang yang sangat berbahaya untuk anak-anak di bawah usia 5.</p>
<p style="text-align: justify;">Vaksin Hib umumnya diberikan pada anak usia 2, 4, 6, dan 12 sampai 15 bulan. Efek sampingnya antara lain demam, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan.</p>
<p style="text-align: justify;">8. Vaksin Pneumococcal konjugasi (PCV)</p>
<p style="text-align: justify;">Vaksin ini dikenal sebagai PCV13 (nama merek Prevnar), melindungi terhadap 13 jenis Streptococcus pneumoniae, yang merupakan bakteri yang dapat menyebabkan segala macam penyakit termasuk meningitis, pneumonia, infeksi telinga, infeksi darah, dan bahkan kematian.</p>
<p style="text-align: justify;">Vaksin ini diberikan sebanyak empat kali pada anak usia 2, 4, 6, dan 12 sampai 15 bulan untuk melindungi anak dari kuman yang dikenal sebagai bakteri pneumokokus.</p>
<p style="text-align: justify;">Efek samping yang paling umum dari pemberian vaksin ini adalah mengantuk, bengkak di tempat suntikan, demam ringan, dan mudah emosi.</p>
<p style="text-align: justify;">9. Vaksin Influenza (flu)<br />
Pemberian vaksin ini terutama dilakukan di negara-negara 4 musim yang dilakukan setiap tahun dimulai pada musim gugur.</p>
<p style="text-align: justify;">Centers for Disease Control and Prevention AS atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan pemberian vaksin ini untuk anak-anak usia 6 bulan atau lebih.</p>
<p style="text-align: justify;">Efek samping yang umum dari vaksin ini adalah rasa sakit, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan. Bisa juga mengalami demam dan nyeri.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi jika anak Anda memiliki alergi telur maka tidak harus dilakukan vaksinasi influenza,” kata Dr Emas-von Simson.</p>
<p style="text-align: justify;">9. Vaksin Rotavirus (RV)</p>
<p style="text-align: justify;">Vaksin Rotavirus (RV) dengan merek seperti RotaTeq, Rotarix diberikan kepada anak-anak usia 2 dan 4 bulan. RotaTeq juga diberikan pada anak usia 6 bulan. Vaksin ini melindungi anak terkena diare parah serta muntah-muntah yang banyak terjadi pada anak-anak di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Vaksin ini berbentuk cairan dan diberikan melalui mulut bayi. Efek sampingnya anak gampang emosi, diare ringan atau muntah-muntah.</p>
<p style="text-align: justify;">10. Vaksin Hepatitis A<br />
Di Indonesia, balita jarang diberikan vaksin hepatitis A tapi langsung hepatitis B karena lebih berbahaya hepatitis B.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak gampang tertular hepatitis A dari makanan atau minuman. Ini adalah infeksi virus yang mempengaruhi hati, dan dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk demam, kelelahan, sakit kuning, dan kehilangan nafsu makan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemberian vaksin ini diberikan pada anak-anak usia 12 sampai 23 bulan. Efek sampingnya rasa sakit di tempat suntikan, sakit kepala dan hilangnya nafsu makan sementara.</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/imunisasi-wajib-untuk-bayi-2011.html" title="imunisasi wajib untuk bayi 2011">imunisasi wajib untuk bayi 2011</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/macam-macam-imunisasi-pada-bayi.html" title="macam-macam imunisasi pada bayi">macam-macam imunisasi pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bayi-muntah-darah.html" title="bayi muntah darah">bayi muntah darah</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/imunisasi-wajib-2011.html" title="imunisasi wajib 2011">imunisasi wajib 2011</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/macam-macam-imunisasi.html" title="macam-macam imunisasi">macam-macam imunisasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cacar-api-pada-anak.html" title="cacar api pada anak">cacar api pada anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/macam-macam-vaksin.html" title="macam-macam vaksin">macam-macam vaksin</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cacar-di-kepala.html" title="cacar di kepala">cacar di kepala</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/macam-macam-vaksin.html" title="macam macam vaksin">macam macam vaksin</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/imunisasi-pertusis.html" title="imunisasi pertusis">imunisasi pertusis</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/macam-macam-imunisasi-pada-balita.html" title="macam macam imunisasi pada balita">macam macam imunisasi pada balita</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cacar-api-pada-bayi.html" title="cacar api pada bayi">cacar api pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cacar-air-pada-bayi-6-bulan.html" title="cacar air pada bayi 6 bulan">cacar air pada bayi 6 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makanan-ringan-ibu-hamil.html" title="makanan ringan ibu hamil">makanan ringan ibu hamil</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/imunisasi-tidak-wajib.html" title="imunisasi tidak wajib">imunisasi tidak wajib</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makanan-ringan-untuk-ibu-hamil.html" title="makanan ringan untuk ibu hamil">makanan ringan untuk ibu hamil</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/imunisasi-wajib-untuk-bayi.html" title="imunisasi wajib untuk bayi">imunisasi wajib untuk bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pemberian-vaksinasi.html" title="pemberian vaksinasi">pemberian vaksinasi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/macam-macam-imunisasi-pada-anak.html" title="macam-macam imunisasi pada anak">macam-macam imunisasi pada anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cacar-api.html" title="cacar api">cacar api</a><h2  class="related_post_title">Informasi Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/hal-hal-yang-perlu-diperiksa-ketika-di-rumah-sakit-bersalin.html" title="Hal-hal yang Perlu Diperiksa Ketika di Rumah Sakit Bersalin">Hal-hal yang Perlu Diperiksa Ketika di Rumah Sakit Bersalin</a><br /><small>Apa yang Harus Ibu  Bawa
Selain tas perlengkapan menginap di rumah sakit , jangan lupa membawa buku riwayat kehamilan Ibu.
Pemeriksaan dan Tes
Sewa...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/berbagai-hal-yang-harus-anda-bawa-ke-rumah-sakit.html" title="Berbagai Hal Yang Harus Anda Bawa Ke Rumah Sakit">Berbagai Hal Yang Harus Anda Bawa Ke Rumah Sakit</a><br /><small>Setelah minggu2 terakhir kehamilan waktu akan terasa berjalan begitu cepat dan waktu persalinan kadang tidak dapat dipastikan dan sekitar 7 bulan atau...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/tips-bayi-sehat/10-vaksin-yang-dibutuhkan-balita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Berikan Air Minum Pada Bayi Dibawah Usia 6 Bulan</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/tips-bayi-sehat/jangan-berikan-air-minum-pada-bayi-dibawah-usia-6-bulan.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/tips-bayi-sehat/jangan-berikan-air-minum-pada-bayi-dibawah-usia-6-bulan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 09:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Bayi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[ahli kegawatdaruratan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Air Susu Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal bayi]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan cairan]]></category>
		<category><![CDATA[reflex haus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun bayi sangat kecil, mereka memiliki reflex haus atau perangsang untuk minum. Ketika mereka merasa haus dan ingin minum, cairan yang diperlukan untuk diminum adalah ASI (Air Susu Ibu) atau susu formula. Demikian yang dijelaskan oleh dr. Jennifer Anders, seorang &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/tips-bayi-sehat/jangan-berikan-air-minum-pada-bayi-dibawah-usia-6-bulan.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/09/Jangan-Berikan-Air-Minum-Pada-Bayi-Dibawah-Usia-6-Bulan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1073" title="Jangan Berikan Air Minum Pada Bayi Dibawah Usia 6 Bulan" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/09/Jangan-Berikan-Air-Minum-Pada-Bayi-Dibawah-Usia-6-Bulan.jpg" alt="" width="163" height="125" /></a>Walaupun bayi sangat kecil, mereka memiliki reflex haus atau perangsang untuk minum. Ketika mereka merasa haus dan ingin minum, cairan yang diperlukan untuk diminum adalah ASI (Air Susu Ibu) atau susu formula. Demikian yang dijelaskan oleh dr. Jennifer Anders, seorang ahli kegawatdaruratan anak dari John Hopkins childrens center.<span id="more-1072"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Karena ginjal bayi belum matang, dengan memberi mereka banyak air akan menyebabkan tubuh mereka mengeluarkan natrium akibat kelebihan cairan. Kehilangan natrium dapat mempengaruhi aktifitas otak, sehingga gejala awal dari intoksikasi air adalah iritabilitas (merengek-rengek), mengantuk dan perubahan mental lainnya. Gejala lain yang dapat muncul adalah menurunnya suhu tubuh, edema atau bengkak disekitar wajah dan kejang.</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala awal yang muncul memang terkadang kurang jelas, sehingga orang tua baru menyadari ketika bayi mereka kejang. Namun, dengan penanganan yang cepat, gejala kejang kemungkinan tidak akan muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala lainnya dapat berupa rendahnya temperatur atau suhu tubuh, pembengkakan muka dan kejang-kejang. Gejala awal keracunan ini tidaklah tampak, oleh karena itu kejang-kejang mungkin gejala pertama yang harus diwaspadai orangtua.</p>
<p style="text-align: justify;">Air sebagai minuman sebaiknya tidak diberikan bagi bayi berusia 6 bulan kebawah. Orang tua juga sebaiknya menghindari pemberian formula dengan pengenceran yang berlebihan (over-dilusi), atau minuman anak yang mengandung elektrolit.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk beberapa kasus, mungkin tepat dengan pemberian air dalam jumlah kecil, misalnya keadaan konstipasi (sulit BAB) dan pada saat cuaca panas, namun sebaiknya orang tua mengkonsultasikan hal tersebut terlebih dahulu dengan dokter ahli anak, dan hanya diperbolehkan memberikan 1-2 ons air pada setiap pemberiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila orang tua merasa bayi mereka mengalami intoksikasi air, atau ketika bayi mereka muncul kejang, sebaiknya mereka segera memberikan perhatian secara medis.</p>
<p style="text-align: justify;">Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan makin digalakkan di Indonesia. Namun pengertian eksklusif harus benar-benar dipahami para ibu lho! Bahkan minum air pun sebaiknya dihindari. Mengapa demikian?</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah menjadi standar baku bahwa bayi di bawah usia 6 bulan seharusnya hanya mendapatkan makanan dari Air Susu Ibu (ASI). Selain steril, ASI adalah makanan alami yang padat nutrisi dan tidak mungkin diimbangi oleh susu formula atau makanan buatan lainnya.</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/kelas-senaman-pranatal.html" title="kelas senaman pranatal">kelas senaman pranatal</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/posisi-bayi-minum-susu-formulacara.html" title="posisi bayi minum susu formulacara">posisi bayi minum susu formulacara</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-minum-susu-untuk-bayi.html" title="cara minum susu untuk bayi">cara minum susu untuk bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/bayi-mengeluarkan-mata-umur.html" title="bayi mengeluarkan mata umur">bayi mengeluarkan mata umur</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-minum-susu-untuk-anak-yang-baik.html" title="cara minum susu untuk anak yang baik">cara minum susu untuk anak yang baik</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/susah-buang-air-besar-pada-bayi-susu-formula.html" title="susah buang air besar pada bayi susu formula">susah buang air besar pada bayi susu formula</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/cara-minum-susu-khusus-balita.html" title="cara minum susu khusus balita">cara minum susu khusus balita</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengenceran-susu-formula-yang-tepat.html" title="pengenceran susu formula yang tepat">pengenceran susu formula yang tepat</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/memberi-air-minum-bagi-bayi-dibawah-6-bulan.html" title="memberi air minum bagi bayi dibawah 6 bulan">memberi air minum bagi bayi dibawah 6 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makanan-atau-minuman-yang-dapat-menggugurkan-janin-berumur-3-bulan.html" title="makanan atau minuman yang dapat menggugurkan janin berumur 3 bulan">makanan atau minuman yang dapat menggugurkan janin berumur 3 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makanan-apa-yang-dapat-membentuk-otak-padajanin.html" title="makanan apa yang dapat membentuk otak padajanin">makanan apa yang dapat membentuk otak padajanin</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/usia-bayi-mengeluarkan-air-mata.html" title="usia bayi mengeluarkan air mata">usia bayi mengeluarkan air mata</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makalah-terapi-cairan-pada-kasus-pembedahan.html" title="makalah terapi cairan pada kasus pembedahan">makalah terapi cairan pada kasus pembedahan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makalah-memberi-makan.html" title="makalah memberi makan">makalah memberi makan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/latar-belakang-perkembangan-motorik-pada-bayi-0-12-bulan-menurut-who.html" title="latar belakang perkembangan motorik pada bayi 0-12 bulan menurut who">latar belakang perkembangan motorik pada bayi 0-12 bulan menurut who</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/kti-tentang-pemberian-susu-formula-pada-bayi-di-bawah-usia-6-bulan.html" title="kti tentang pemberian susu formula pada bayi di bawah usia 6 bulan">kti tentang pemberian susu formula pada bayi di bawah usia 6 bulan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/kelebihan-cairan-anak.html" title="kelebihan cairan anak">kelebihan cairan anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/kegawatdaruratan-neonatus-bab-1.html" title="kegawatdaruratan neonatus bab 1">kegawatdaruratan neonatus bab 1</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/minum-pada-bayi.html" title="minum pada bayi">minum pada bayi</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/minuman-yang-dapat-menggugurkan-janin-umur-3-bulan.html" title="minuman yang dapat menggugurkan janin umur 3 bulan?">minuman yang dapat menggugurkan janin umur 3 bulan?</a><h2  class="related_post_title">Informasi Menarik Lain:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/kehamilan/pemeriksaan-yang-tepat-untuk-kehamilan.html" title="Pemeriksaan yang Tepat untuk Kehamilan">Pemeriksaan yang Tepat untuk Kehamilan</a><br /><small>Para perenpuan saat ini baanyak menggunakan alat tes kehamilan untuk menggetahui apakah hamil atau tidak. Sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter bany...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/anak-jadi-lebih-disiplin-bila-makan-sendiri.html" title="Anak Jadi Lebih Disiplin Bila Makan Sendiri">Anak Jadi Lebih Disiplin Bila Makan Sendiri</a><br /><small>Memberi makan pada balita jangan hanya sebatas anak menjadi kenyang. Ada banyak ilmu yang bisa diajarkan ke anak saat makan yang membuat anak jadi leb...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/ketika-balita-menunjukkan-sifat-kepribadian.html" title="Ketika Balita Menunjukkan Sifat Kepribadian">Ketika Balita Menunjukkan Sifat Kepribadian</a><br /><small>Para Pengasuh si kecil tidak ada bosannya, karena bayi atau balita sering menunjukkan beragam sifatnya. Perasaannya gampang berubah-ubah mulai dari pe...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/cara-mengajari-anak-membaca-dan-menulis.html" title="Cara Mengajari Anak Membaca dan Menulis">Cara Mengajari Anak Membaca dan Menulis</a><br /><small>Jika si kecil mulai beranjak ke masa sekolah baik Tk maupun kesekolah dasar mau tak mau dia akan di hadapkan pada pelajaran dasar paling utama yaitu b...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/kenali-tanda-tanda-klinis-anak-kekurangan-gizi.html" title="Kenali Tanda-tanda Klinis Anak Kekurangan Gizi">Kenali Tanda-tanda Klinis Anak Kekurangan Gizi</a><br /><small>Masalah anak yang kekurangan gizi bukanlah masalah yang baru, tapi sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Seringkali anak yang kurang gizi dihu...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/info-anak/nama-panggilan-mempengaruhi-sikap-anak-disekolah.html" title="Nama Panggilan Mempengaruhi Sikap Anak Disekolah">Nama Panggilan Mempengaruhi Sikap Anak Disekolah</a><br /><small>Bagi yang percaya, nama adalah doa dari orangtua sehingga jangan sembarangan memanggil orang dengan julukan aneh-aneh. Sebuah penelitian mengungkap, m...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/tips-bayi-sehat/jangan-berikan-air-minum-pada-bayi-dibawah-usia-6-bulan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu pengetahuan Untuk Anak: Apakah ada Dokter di Rumah?</title>
		<link>http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/ilmu-pengetahuan-untuk-anak-apakah-ada-dokter-di-rumah.html</link>
		<comments>http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/ilmu-pengetahuan-untuk-anak-apakah-ada-dokter-di-rumah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 02:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evanjh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 3 - 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Pengajaran anak-anak tentang anatomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pra-sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Seorang Anak]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[usia muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibu-anak.com/?p=1067</guid>
		<description><![CDATA[Dari usia muda, anak-anak ingin tahu tentang tubuh mereka. Ketika mereka belajar berbicara, balita menemukan sukacita di dalam mampu menunjuk, dan mengidentifikasi, bagian mereka sendiri berbagai. Pengajaran anak-anak tentang anatomi mereka adalah kegiatan yang menyenangkan dan mudah yang dapat dilakukan &#8230; <a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/ilmu-pengetahuan-untuk-anak-apakah-ada-dokter-di-rumah.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/08/Ilmu-pengetahuan-Untuk-Anak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1068" title="Ilmu pengetahuan Untuk Anak" src="http://www.ibu-anak.com/wp-content/uploads/2011/08/Ilmu-pengetahuan-Untuk-Anak.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dari usia muda, anak-anak ingin tahu tentang tubuh mereka. Ketika mereka belajar berbicara, balita menemukan sukacita di dalam mampu menunjuk, dan mengidentifikasi, bagian mereka sendiri berbagai. Pengajaran anak-anak tentang anatomi mereka adalah kegiatan yang menyenangkan dan mudah yang dapat dilakukan di rumah dengan bahan sangat mudah diakses &#8211; sendiri! Hal ini tidak hanya menjadi upaya pendidikan, namun, dalam hal kecelakaan, seorang anak akan dapat menjelaskan di mana ia / dia telah terluka.<span id="more-1067"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pra-sekolah anak-anak mungkin memiliki ide yang cukup baik dari apa yang membuat sampai luar mereka. Karena menanyai berulang oleh orang tua-mana gigi Luke? Mana hidungnya?, Dll, tiga tahun usia berpengalaman dalam make up mereka secara keseluruhan. Ada lagu yang dapat membantu dengan ini, juga. Satu lagu yang sangat populer untuk balita dan pra-sekolah: &#8220;Kepala dan bahu, lutut dan kaki &#8230; mata, telinga, mulut dan hidung,&#8221; panggilan perhatian pada tubuh total dan komponen wajah nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran di sendi, seperti siku, pergelangan kaki dan pergelangan tangan juga dapat diserap oleh set pra-sekolah. Seperti anak Anda mendapatkan sedikit lebih mampu dengan kosakata yang lebih kompleks, cobalah mengganti nama anatomi nyata untuk bagian-bagian tubuh dalam lagu: &#8220;Cranium, humerus, patela, falang&#8221;, dll Ini konyol, tapi Anda semua bisa mendapatkan tertawa dan belajar pada waktu yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam anak Anda, ada dunia lain perlu ditelusuri! Anak-anak 3-5 tahun bisa menghargai bahwa otak mereka, bagian yang membuat mereka pintar, duduk di dalam kepala mereka dan terlihat seperti kembang kol. Dalam dada mereka ke kiri, mereka akan mencatat, ditemukan hati mereka yang membuat suara pemukulan yang menarik. Stetoskop murah, yang benar-benar bekerja, dapat dibeli di toko-toko mainan yang paling halus dan anak-anak suka mendengarkan hati semua orang dengan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak dapat menghargai bahwa mereka bernapas dengan bantuan dari dua karung, di dada mereka, yang disebut paru-paru. Juga, tekan lutut lima tahun anak Anda tua, siku, tengkorak dan sebagainya, dan menjelaskan bahwa hal-hal yang keras disebut &#8216;tulang&#8217; dan bahwa mereka membantu dalam berdiri tegak. Ingatkan mereka untuk banyak minum susu untuk menjaga tulang kuat. Anda mendapatkan ide. Bahkan jika pendidikan Anda sendiri tidak termasuk kursus dalam anatomi, Anda akan menemukan bahwa Anda tahu lebih banyak tentang hal itu dari yang Anda pikirkan! Jadi, menularkannya kepada anak-anak Anda. Mereka akan suka belajar apa yang membuat mereka tergerak!</p>
<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/anatomi-anak.html" title="anatomi anak">anatomi anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-balita-3-5-tahun.html" title="perkembangan balita 3-5 tahun">perkembangan balita 3-5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/ilmu-pengetahuan-untuk-anak.html" title="ilmu pengetahuan untuk anak">ilmu pengetahuan untuk anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/balita-3-tahun.html" title="balita 3 tahun">balita 3 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/ilmu-pengetahuan.html" title="ilmu pengetahuan">ilmu pengetahuan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/susu-anak-5-tahun.html" title="susu anak 5 tahun">susu anak 5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengetahuan-untuk-anak-anak.html" title="pengetahuan untuk anak-anak">pengetahuan untuk anak-anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/artikel-susu-bayi-di-atas-5-tahun.html" title="artikel susu bayi di atas 5 tahun">artikel susu bayi di atas 5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/balita-5-tahun.html" title="balita 5 tahun">balita 5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/anatomi-siku.html" title="ANATOMI SIKU">ANATOMI SIKU</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/skrining-mata-pada-anak.html" title="skrining mata pada anak">skrining mata pada anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengaruh-kebiasaan-minum-susu-botol-terhadap-potensi-karies-gigi-pada-usia-3-5-tahun.html" title="Pengaruh kebiasaan Minum Susu Botol terhadap Potensi Karies Gigi pada Usia 3-5 Tahun">Pengaruh kebiasaan Minum Susu Botol terhadap Potensi Karies Gigi pada Usia 3-5 Tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengetahuan-untuk-anak.html" title="pengetahuan untuk anak">pengetahuan untuk anak</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/panggilan-yang-baik.html" title="panggilan yang baik">panggilan yang baik</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/nama-panggilan-yang-baik-perempuan.html" title="nama panggilan yang baik perempuan">nama panggilan yang baik perempuan</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/makanan-untuk-bayi-umur-3-5-tahun.html" title="makanan untuk bayi umur 3 - 5 tahun">makanan untuk bayi umur 3 - 5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perilaku-makan-anak-balita-usia-3-5-tahun.html" title="perilaku makan anak balita usia 3-5 tahun">perilaku makan anak balita usia 3-5 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/pengalaman-menyenangkan-waktu-di-sd.html" title="pengalaman menyenangkan waktu di sd">pengalaman menyenangkan waktu di sd</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/perkembangan-fisik-anak-usia-3-4-tahun.html" title="perkembangan fisik anak usia 3 -4 tahun">perkembangan fisik anak usia 3 -4 tahun</a>,<a href="http://www.ibu-anak.com/pdf/tips-ttg-anak-usia-3-5-th.html" title="tips ttg anak usia 3-5 th">tips ttg anak usia 3-5 th</a><h2  class="related_post_title">Informasi Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.ibu-anak.com/persalinan/relaksasi-sentuhan.html" title="Relaksasi Sentuhan">Relaksasi Sentuhan</a><br /><small>Pada relaksasi sentuhan, Anda memberi respons terhadap sentuhan pasangan Anda dengan merilekskan atau mengendurkan otot-otot yang tegang. Selama keham...</small></li><li><a href="http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/modal-seorang-anak-untuk-menjadi-seorang-ilmuwan.html" title="Modal Seorang Anak untuk Menjadi Seorang Ilmuwan">Modal Seorang Anak untuk Menjadi Seorang Ilmuwan</a><br /><small>Rasa ingin tahu yang besar adalah modal seorang anak untuk menjadi seorang ilmuwan, meski kadang membuat orang lain kerepotan. Orangtua bertanggung-ja...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibu-anak.com/balita-3-5-tahun/ilmu-pengetahuan-untuk-anak-apakah-ada-dokter-di-rumah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

