Tingkah Laku Anak yang Harus Dicurigai Oleh Orangtua


Tidak semua orangtua memperhatikan tingkah laku anaknya. Beberapa orang menganggap keterlambatan perkembangan yang dialami anaknya adalah suatu hal yang normal dan wajar. Padahal ada tingkah laku tertentu dari si kecil yang menunjukkan adanya gangguan dalam tubuhnya. Pasti setiap orang tua mengiginkan anaknya  lahir dengan sempurna atau tanpa cacat. Tapi beberapa gangguan tubuh terkadang muncul setelah anak dilahirkan. Untuk itu ketahui tingkah laku anak yang harus dicurigai oleh orangtua.

Ada beberapa tingkah laku anak yang harus dicurigai terhadap kondisi autis, ADHD, bisu dan tuli, yaitu:

1. Memiliki kesulitan mengikuti petunjuk atau menjaga perhatia. Konsentrasinya hanya terhadap suatu kegiatan baik di sekolah maupun di rumah.
2. Terlihat seperti tidak mendengarkan orang lain berbicara.
3. Tidak bisa memperhatikan segala sesuatu secara mendetail.
4. Sering lupa terhadap sesuatu dan mudah terganggu.
5. Anak terlihat gelisah dan tidak bisa bermain atau duduk dengan tenang, senangnya bergerak atau berlari terus.
6. Berbicara atau memberikan jawaban secara ceplas ceplos dan sering menginterupsi orang.
7. Biasanya anak-anak ini memiliki gejala seperti itu setidaknya selama 6 bulan.

Tingkah laku anak yang memiliki autis

1. Menghindari memeluk atau melakukan kontak mata dengan orang lain.
2. Tidak menanggapi atau memberikan respons terhadap suara, bunyi dan namanya jika dipanggil.
3. Tidak berbicara dengan menggunakan bahasa yang benar dan kadang seperti berteriak.
4. Suka bolak-balik, berputar atau membenturkan kepalanya.
5. Memiliki perhatian khusus atau rutinitas tertentu dan menjadi marah jika kegiatan tersebut diganggu atau berubah.
6. Memiliki ekspresi wajah atau gerakan tertentu yang menjadi ciri khasnya dan tidak takut terhadap bahaya.

Tingkah laku anak yang memiliki gangguan pendengaran (tuli)

1. Anak kurang responsif terhadap suara dan keadaan disekitarnya kecuali bisa dinikmati dengan melihat.
2. Saat masih bayi, ia cenderung tidak kaget atau terbangun ketika mendengar suara yang keras saat tidur.
3. Cenderung untuk berusaha melihat wajah lawan bicaranya.
4. Anak hanya memberikan respons terhadap suara tertentu atau suara yang keras saja.
5. Sering memberikan jawaban yang salah terhadap suatu perintah atau pertanyaan dan meminta untuk mengulangi kata-kata.
6. Anak berbicara terlalu pelan atau keras serta ucapannya terkadang sulit untuk dimengerti.
7. Memiliki masalah tingkah laku dan juga nilai pelajaran yang terkadang di bawah rata-rata.

Tingkah laku anak yang memiliki gangguan bicara

1. Anak belum bisa mengeluarkan suara untuk menarik perhatian hingga usia 8-10 bulan.
2. Belum mampu mengeluarkan kata seperti ‘mama’ atau ‘dada’.
3. Tidak menunjukkan usaha untuk berkomunikasi jika membutuhkan sesuatu.
4. Tidak dapat meniru tingkah laku atau perkataan orang lain.
5. Masih gagap dan tidak bisa mengeluarkan kalimat yang dimengerti oleh orang lain.

masalah perkembangan anak usia dini,perkembangan bahasa anak usia dini,masalah berbicara,gangguan perkembangan bahasa anak usia dini,ciri perkembangan anak usia dini,ciri-ciri perkembangan anak usia dini,permasalahan perkembangan anak usia dini,artikel tentang masalah anak usia dini,mengembangkan bahasa inggris aud,perubahan tingkah bayi umur 6 bulan,latar belakang dan faktor penyebab permasalahan anak usia dini,karakteristik bahasa anak,perkembangan anak usia 19-24 bulan,keterlambatan perkembangan aud,artikel perkembangan bahasa anak usia dini,kasus perkembangan anak usia dini,perkembangan anak usia dini,pengenalan agama islam untuk anak usia dini,masalah masalah aud,masalah perkembangan kognitif PAUD

Informasi Menarik Lain:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>