Anak-anak penderita kanker yang mendapatan perawatan radiasi untuk pengobatannya ternyata memiliki risiko dua kali lebih besar terkena diabetes ketika usianya beranjak dewasa. Anak-anak yang dirawat dengan pola radiasi penuh ke tubuh atau radiasi abdominal yang dilakukan untuk menyingkirkan kankernya, memiliki risiko tinggi terkena diabetes sepanjang hidupnya nanti. Anak-anak penderita kanker mengalami kehidupan yang lebih baik dengan melakukan terapi untuk menghilangkan penyakitnya. Perawatan kesehatan itu ternyata memiliki risiko dalam kehidupan mereka ketika besar.
Bersama koleganya membandingkan jumlah penderita diabetes yang mencapai 8.600 yang berasal dari penderita kanker anak-anak yang didiagnosa tahun 1970 sampai 1986. Sementara 3.000 saudara kandung mereka tidak terkena kanker. Setelah melakukan kajian terhadap faktor-faktor risiko lainnya, termasuk body mass index (indeks bobot tubuh) peneliti menemukan anak bekas penderita kanker memiliki 1,8 kali ancaman risiko diabetes. Banyaknya radiasi yang telah digunakan, menjadi faktor terbesar munculnya ancaman risiko diabetes. Perawatan radiasi secara total terhadap anak-anak penderita leukemia adalah ketika mereka mendapat perawatan transplantasi sumsum tulang dan ternyata anak-anak ini memiliki risiko diabates yang bisa mencapai 7 kali lebih besar.
assignment kajian autisme,ciri ciri terkena diabetes,kajian error analysis,kajian kes murid autisme ppt,kajian tindakan pola kvkvk,usia kena diabetes