Banyak orang tua yang panik saat anaknya terkena flu, apalagi biasanya flu pada anak disertai dengan batuk dan demam. Ada banyak mitos-mitos yang dipercaya masyarakat selama ini tentang flu pada anak. Ketika terkena flu, batuk, nyeri perut dan infeksi telinga, setiap orang memiliki teori sendiri-sendiri. Beberapa mitos biasanya datang dari generasi terdahulunya atau berdasarkan pengetahuan sebelumnya, bahkan ada yang sudah terbiasa.
Tapi kebanyakan dari mitos tersebut tidak benar, ini dia fakta yang sebenarnya:
Flu lebih cepat menular sebelum gejalanya timbul.
Faktanya: Penyebaran flu lebih mudah ketika gejalanya sudah terlihat parah. Itulah sebabnya infeksi ini lebih sering terjadi saat anak yang flu batuk dan bersin-bersin atau bisa juga dari kontak tangan antara anak yang sakit dengan yang sehat yang mengandung virus. Flu tidak akan menular jika gejalanya tidak timbul, karena dibutuhkan perantara untuk menularkannya seperti lewat udara atau benda-benda.
Tidak perlu mengobati demam yang ringan.
Faktanya: Tergantung dari apa yang dirasakan oleh anak. Demam juga berarti tubuh sedang melawan infeksi dengan menstimulasi sistem imun dan membunuh bakteri serta virus agar tidak bisa bertahan dan menurunkan suhu menjadi normal kembali. Tapi itu bukan alasan untuk membiarkan anak demam, cobalah untuk menyembangkan antara menjaga kenyamanan anak dan membiarkan tubuh bekerja.
Flu menyebabkan infeksi telinga.
Faktanya: Tidak selalu seperti itu, hampir semua flu disebabkan oleh virus, sedangkan 90 persen infeksi telinga disebabkan oleh bakteri. Jadi, apa yang menyebabkan anak terlihat seperti menderita infeksi telinga saat flu?
Ingus hijau berarti terjadi sesuatu yang lebih buruk dari flu.
Faktanya: Tidak selalu seperti itu. Ingus yang bening adalah hal yang biasa, ingus yang hijau atau kuning juga gejala dari flu. Namun, ingus yang berwarna tidak biasa disertai dengan demam tinggi, batuk, penurunan indera perasa atau hidung yang mampat bisa sebagai tanda telah terinfeksi bakteri dan biasanya membutuhkan antibiotik.