Tayangan televisi yang ada saat ini sudah sulit untuk disaring sehingga ada adegan kekerasan yang bisa dilihat oleh anak-anak. Apa efeknya Adegan kekerasan di televisi atau media lainnya bisa terdapat dalam tayangan kartun anak-anak, acara kriminal di siang hari atau pada film orang dewasa yang tertuang dalam aksi-aksi tertentu. Pengaruh yang bisa ditimbulkan dari tayangan kekerasan bervariasi tergantung dari usia anak, jenis kekerasan yang dilihat dan juga seberapa sering anak melihat kekerasan tersebut.
Ada beberapa efek yang bisa ditimbulkan jika anak-anak melihat adegan kekerasan dari media, yaitu:
Menjadi anak yang penakut dan terlalu cemas.
Anak-anak akan merasa bahwa dunia ini penuh kejahatan dan tidak aman. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Michigan menyatakan bahwa efek dari tayangan tersebut bisa membuat kecemasan seseorang meningkat.
Berkurangnya rasa empati.
Bagi anak-anak yang menonton tayangan kekerasan akan menganggap bahwa kekerasan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik atau masalah, sehingga hal ini akan mengurangi rasa empati anak-anak terhadap orang lain.
Meningkatkan sifat agresif.
American Academy of Pediatrics menuturkan bahwa hubungan antara adegan kekerasan dengan perilaku agresif sama kuatnya dengan hubungan antara merokok dan kanker paru-paru. Hal ini karena dalam adegan kekerasan selalu identik dengan orang pertama atau ‘jagoan’ yang akan selalu menang, sehingga setiap anak selalu ingin menjadi jagoan tersebut.