Jika berniat membawa anak ke rumah sakit untuk operasi amandel, maka bersiaplah untuk menghadapi efek sampingnya. Sebagian anak mengalami peningkatan berat badan setelah operasi pengangkatan tonsil atau yang sering disebut amandel. Operasi pengangkatan tonsil umumnya dilakukan untuk mengatasi tonsilitis kronis alias radang amandel. Radang di bagian ini biasanya membuat anak mengalami gejala-gejala seperti susah menelan dan sakit saat menelan. Gejala-gejala ini tentu saja mempengaruhi pola makan, sehingga sedikit banyak akan mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan dan terutama berat badannya.
Jika dibiarkan, anak-anak akan semakin kurus dan lama-lama menjadi kurang gizi. Setelah tonsil atau amandel yang mengalami radang itu diangkat melalui operasi yang dinamakan tonsillectomy, anak-anak tidak lagi mengalami kesulitan atau rasa sakit saat menelan makanan. Peningkatan berat badan yang dialami anak-anak sesudah tonsillectomy cukup signifikan. Sebuah studi yang mengkaji 3 penelitian tentang tonsillectomy membuktikan bahwa peningkatan berat badan maupun indeks massa tubuh (IMT) setelah operasi mencapai 46-100 persen. Pengangkatan tonsil atau amandel membuat IMT anak meningkat antara 5,5-8,2 persen.
pasca operasi amandel,setelah operasi amandel,makanan setelah operasi amandel,gejala amandel,Sakit pasca operasi amandel,pengaruh amandel terhadap pertumbuhan anak,sap radang tenggorokan atau amandel,operasi amandel balita,obat untuk atasi rdg amandel,makanan yg dihindari setelah operasi amandel,makanan untuk anak setelah operasi amandel,makanan sudah operasi amandel,apa efek sampingnya apabila sudah operasi amandel bagi pertumbuhan anak anak,makanan sesudah operasi amandel,artikel makanan sesudah operasi amandel,BALITA SUSAH MENELAN MAKANAN,gejala batuk dan amandel,jenis operasi amandel,makalah operasi tonsil ppt,makalah setelah operasi tonsil pdf