Walaupun belum mengerti apa-apa, jangan berlaku kasar dan mengacuhkan bayi Anda, karena akibatnya akan melekat sampai dia dewasa. Saat ini kata stres banyak terdengar di mana-mana, rasanya manusia jadi lebih mudah terserang stres. Mungkin hal ini disebabkan karena Anda lahir di era orang tua harus cukup sibuk untuk memenuhi tuntutan hidup atau justru Anda lahir di era orang tua masih tidak terang-terangan menunjukkan kasih sayang pada anak-anaknya. Mengapa demikian?
Penelitian dilakukan dengan mengamati bagaimana ibu dan bayinya yang baru berumur 8 bulan berinteraksi. Kemudian mereka mengelompokkan tingkat kasih sayang para ibu itu menjadi low, normal dan high. 482 remaja dari bayi-bayi itu diamati terus hingga berumur 34 tahun dan kesehatan mentalnya dianalisa. Hasilnya, dari tingkat kasih sayang, 9% ibu menunjukkan tingkat kasih sayang yang rendah, 85% memberikan kasih sayang pada tingkat normal dan hanya 6% yang memberikan kasih sayang yang sangat tinggi.
Para peneliti ini menyimpulkan bahwa pengalaman yang dirasakan seorang bayi pada awal kehidupannya, walaupun dia masih belum bisa merespon apa-apa pada saat itu, mempengaruhi kesehatan mentalnya di masa depan. Kasih sayang yang tinggi membuat seseorang merasakan ikatan yang terjamin dan aman. Kondisi ini tidak hanya membuat mereka merasa tenang sehingga jauh dari stres, namun juga memungkinkan mereka mengembangkan hidup pribadi dan sosial, mengembangkan diri serta keterampilannya secara efektif.